tirto.id - Masih jelas di ingatan Indah (26) bagaimana mencekam dan mengerikannya banjir bandang yang menerjang kawasan Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Hujan lebat selama beberapa hari menyebabkan aliran sungai yang berjarak sekitar lima meter dari rumahnya naik secara tiba-tiba. Pergerakan air mengejutkan Indah keluarganya.
Derasnya aliran sungai saat itu membawa kayu dan batu berukuran besar. Material tersebut menghantam rumah Indah dan belasan rumah warga lainnya.
Waktu itu Kamis (27/11/2025) sekira pukul 22.30 WIB, Indah bersama keluarganya sedang berada di dalam rumah. Dia bisa melihat jelas perubahan debit air yang mengalir, karena tepian sungai yang dekat dengan rumahnya.
"Rumah kami dekat sungai, jadi tampak jelas bagaimana aliran airnya. Karena sudah melimpah, kami pun memutuskan untuk evakuasi ke tempat lebih tinggi," kata Indah saat diwawancarai, Kamis (11/12/2025).
Saat evakuasi itu, Indah hanya bisa membawa sejumlah barang berharga dan beberapa surat penting lainnya karena kondisi aliran sungai yang naik begitu cepat.
Selang beberapa menit setelah evakuasi, sekira pukul 23.00 WIB aliran sungai semakin tinggi hingga membawa material kayu dan batu yang menghantam rumahnya.
Di tengah kegelapan malam Indah pun hanya bisa pasrah melihat rumah yang dinaunginya sejak kecil harus disapu banjir bandang.
"Lihatlah sekarang, hanya tinggal lantainya saja sedikit, tidak ada lagi yang tersisa, semuanya habis, tidak ada lagi rumah Indah," ratapnya.
Belum hilang rasa kagetnya melihat rumah diseret banjir, Indah dan beberapa warga lainnya kembali dikejutkan oleh peristiwa mengerikan.
Tanah perbukitan yang berada sekitar 100 meter dari tempat evakuasi mereka ternyata longsor secara tiba-tiba.
"Pas kami sudah evakuasi itu ternyata tiba-tiba tanah bukit yang ada di belakang kami longsor, kami pun terkejut. Kami hanya bisa mendengar suaranya saja, karena kondisinya sudah gelap karena mati lampu," katanya.
"Kami pun sudah pasrah saat itu, tidak tahu lagi harus bagaimana, kami terkepung oleh banjir dan dan tanah longsor," tambahnya.

Indah juga mengatakan saat itu ia bersama puluhan warga lainnya sempat terisolasi selama beberapa jam karena banjir memutus akses jembatan dan meluap hingga ke rumah warga lainnya.
Selang beberapa jam, tim penyelamat datang dan berhasil mengevakuasi Indah bersama warga lainnya.
Akibat kejadian itu, Indah mengalami trauma. Setiap hujan deras ia selalu merasa khawatir jika banjir bandang kembali terjadi.
"Saya trauma, semua orang yang terdampak trauma, walaupun saat ini masih tinggal di posko, tapi setiap hujan itu kami selalu merasa takut kalau banjir lagi. Apalagi beberapa hari ini cuaca tidak menentu dan sering hujan lebat," katanya.
"Beberapa hari lalu juga sempat aliran sungai naik lagi karena hujan lebat. Orang-orang yang sedang membersihkan rumahnya kembali berlarian untuk menghindari jika terjadi banjir bandang kembali," sambungnya.
Indah pun berharap semoga segera diberikan bantuan tempat tinggal yang baru dan di lokasi yang lebih aman dari sebelumnya.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































