Sidang Tahunan 2022

Baju Adat Jokowi di Sidang Tahunan MPR: Apa Makna & Filosofinya?

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 16 Agu 2022 12:53 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Anggit sebut pesan kerukunan, kedamaian yang Presiden Jokowi ingin sampaikan sehubungan dengan makin dekatnya Pemilu 2024.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menjelaskan soal baju adat yang digunakannya dalam sidang tahunan MPR RI 2022 di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Selasa (16/8/2022). Jokowi sebut baju adat yang digunakan adalah pakaian adat Paksian dari Bangka Belitung.

“Sebagai tambahan baju adat yang saya kenakan ini adalah baju Paksian berasal dari Provinsi Bangka Belitung. Motifnya bernama pucuk rebung yang melambangkan kerukunan dan warna hijau yang kita pilih karena mengandung filosofi kesejukan harapan dan pertumbuhan," kata Jokowi saat menutup pidato sidang tahunan di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Sekretaris Presiden Jokowi, Anggit Nugroho menuturkan, pemilihan baju adat dilakukan setelah Presiden Jokowi meminta sekretaris pribadi untuk menyiapkan baju adat untuk pidato kenegaraan. Dari beragam baju adat yang belum pernah dikenakan Presiden Jokowi selama ini terseleksi hingga 3 buah.

“Untuk tanggal 16 [Agustus] presiden memilih baju adat Paksian dari Bangka Belitung. Baju ini terdiri dari jubah panjang sebatas betis, celana panjang, selempang dan kain tenun cual khas Bangka. Sedangkan untuk penutup kepala dipakaikan sungkon. Pada baju terdapat ornamen hiasan bermotif Pucuk Rebung," kata Anggit dalam keterangan tertulis.

Anggit menuturkan baju tersebut aslinya berwarna merah, tetapi mereka memilih warna hijau sesuai dengan perkembangan zaman dan selera pemakai.

Selain itu, baju tersebut dibuat langsung oleh pengrajin lokal dari Bangka Belitung. Mereka menjahit dan menyiapkan baju selama 3 hari. Kemudian, baju tersebut dikirim ke Jakarta.

Di sisi lain, baju ibu negara Iriana Widodo tidak disiapkan khusus oleh Sekretaris Presiden, tetapi dipilih langsung oleh Iriana Widodo mulai dari desain, pemilihan bahan hingga baju siap pakai.

“Pesan kerukunan, kedamaian itu mungkin yang presiden ingin sampaikan dengan baju adat Paksian dari Bangka Belitung, sehubungan dengan makin dekatnya pelaksanaan pemilu dan pilpres 2024. Itu disimbolkan dari motif baju Pucuk Rebung yang bermakna kerukunan dan warna hijau yang menyiratkan kesejukan dan ketenangan," kata Anggit.

“Soal hijau-hijau ini juga nyambung dengan kerapnya Presiden Jokowi akhir-akhir ini bicara soal upaya Indonesia bertransformasi menuju ekonomi hijau, produk hijau, energi hijau, teknologi hijau, industri hijau yang saat ini telah menjadi trend global," tutur Anggit.

Anggit mengaku Jokowi kemungkinan akan menggunakan pakaian adat pada perayaan 17 Agustus 2022. Namun ia masih merahasiakan pakaian yang akan dipakai.

“Baju adat daerah mana yang akan dipakai untuk tanggal 17 Agustus? Kita lihat aja besok," tutur Anggit.


Baca juga artikel terkait SIDANG TAHUNAN MPR 2022 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz

DarkLight