Menuju konten utama

Bahlil Ungkap Pemulihan Listrik 4 Kabupaten di Aceh di Bawah 50%

Banyaknya wilayah yang masih tergenang banjir hingga belum pulihnya akses jalan ke sejumlah lokasi membuat upaya menyalakan listrik berisiko.

Bahlil Ungkap Pemulihan Listrik 4 Kabupaten di Aceh di Bawah 50%
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kedua kanani) berbincang dengan korban banjir bandang di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025). Selain memastikan upaya pemulihan kawasan bekas banjir bandang bisa berjalan cepat, kunjungan Menteri ESDM ke lokasi pengungsian banjir bandang terparah di Kabupaten Agam itu juga untuk menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nz

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemulihan pasokan listrik di empat kabupaten di Provinsi Aceh masih berada di bawah 50 persen pascabencana banjir dan longsor. Keempat wilayah tersebut adalah Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.

Rendahnya pemulihan listrik di empat kabupaten di Aceh bukan disebabkan oleh gangguan pembangkit atau pasokan energi, melainkan kerusakan infrastruktur distribusi di lapangan.

“Ini terjadi Bapak-Ibu semua karena bukan karena mesin listriknya, bukan karena power plant-nya yang tidak bisa tersuplai, tetapi terjadi karena infrastruktur kita yang belum terselesaikan di lapangan untuk tegangan rendah,” ujarnya dalam Konferensi Pers Kesiapan Sektor ESDM Menghadapi Periode Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kementerian ESDM, Jumat (19/12/2025).

Menurut Bahlil, banyaknya wilayah yang masih tergenang banjir hingga belum pulihnya akses jalan ke sejumlah lokasi membuat upaya menyalakan listrik berisiko terhadap keselamatan warga. Karena itu, pemadaman masih dilakukan secara bergilir di empat kabupaten tersebut.

“Jadi andaikan pun kalau itu dihidupkan itu akan berdampak pada keselamatan saudara-saudara kita yang ada di sana. Tapi secara umum untuk Aceh normal tinggal empat kabupaten tadi,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan Kementerian ESDM, bersama PLN, TNI-Polri, dan masyarakat terus melakukan percepatan perbaikan jaringan, meski terkendala kondisi alam dan kerusakan infrastruktur.

“Ini yang kami jujur sekali lagi berusaha semaksimal mungkin dari tim PLN, dari tim ESDM, TNI Polri, masyarakat semua kita berusaha untuk bekerja sama, bergandengan tangan, berkolaborasi untuk melakukan percepatan,” ujar Bahlil.

Di luar empat kabupaten tersebut, Bahlil menyebutkan pasokan listrik di wilayah terdampak bencana lainnya sudah berangsur-angsur pulih. Di Banda Aceh, misalnya, kondisi kelistrikan diklaim telah pulih sepenuhnya dengan daya mencapai 120 megawatt.

“Untuk Aceh kami harus sampaikan secara data terkini bahwa Banda Aceh semalam alhamdulillah, puji Tuhan, sudah normal sesuai dengan apa yang sebelum terjadi bencana. 120 megawatt di Banda Aceh semuanya sudah nyala,” kata Bahlil.

Demikian pula pada wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat, yang pemulihannya relatif lebih cepat dan mulai normal sekitar satu minggu pascabencana.

“Kami sampaikan kepada teman-teman untuk Sumatra, kalau Sumut sama Sumbar itu relatif satu minggu pascabencana itu perlahan-lahan berangsur-angsur kita selesaikan,” ujarnya.

Adapun secara nasional, sambung Bahlil, kondisi kelistrikan berada dalam status normal, baik dari sisi pasokan bahan bakar pembangkit maupun ketersediaan daya. Cadangan energi untuk pembangkit listrik, termasuk BBM, gas, dan batu bara, disebut berada di atas 10 hari.

“Listrik secara nasional pada umumnya itu kondisinya normal. Baik dari sisi ketersediaan BBM untuk power plant, gas maupun batu bara. Itu enggak ada isu. Cadangan kita di atas 10 hari semuanya,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait BAHLIL atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana