tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta agar para pengusaha menghargai setiap kebijakan yang dibuat pemerintah, termasuk penerapan B50 mulai tahun depan. Sebab, pemerintah dan pengusaha memiliki hubungan yang saling menguntungkan.
"Saya juga mengapresiasi dirjen EBTKE bahwa dengan secara sungguh-sungguh untuk mengawal transformasi transisi energi. B40 sebuah tantangan yang besar, sekarang kita masuk ke B50. Harus kita konsisten terus. Jangan mau diatur oleh pengusaha," kata Bahlil saat pidato di Upacara Peringatan Hari Pertambangan dan Energi ke-80, di Monas, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Bahlil juga telah berbicara pada Presiden Prabowo Subianto agar negara dikelola dengan aturan dan semua berorientasi pada kepentingan rakyat demi terciptanya kesejahteraan di Tanah Air.
"Menjadi pemimpin di bangsa ini tidak hanya bisa omon-omon, tapi harus berani untuk membuat keputusan yang lebih baik untuk rakyat, bangsa, dan negara. Saya tahu untuk membuat keputusan yang berani pasti ada yang merasa terganggu," ujar Bahlil.
Bahlil menegaskan agar para pengusaha harus saling menghargai, sehingga hubungan keduanya tetap terjalin dengan baik.
"Pengusaha tidak boleh mengatur negara, yang mengatur pengusaha adalah negara. Tetapi enggak boleh negara zalim sama pengusaha. Kita membutuhkan pengusaha dan pengusaha juga membutuhkan negara," ungkapnya.
Bahlil pun menekankan jika sistem tersebut diterapkan, maka pemerintah dan pengusaha dapat berkolaborasi.
"Disitulah esensi daripada kolaborasi yang baik antara pengusaha dan pemerintah. Negara yang baik adalah negara yang mampu membina pengusahanya," jelas dia.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































