Menuju konten utama

Bahlil Lahadalia Respons Isu Reshuffle Kabinet

Bahlil Lahadalia mengatakan pemberhentian dan pengangkatan menteri menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil Lahadalia Respons Isu Reshuffle Kabinet
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemberhentian dan pengangkatan menteri di Kabinet Merah Putih menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Bahlil menanggapi isu reshuffle atau perombakan kabinet yang kembali mencuat akhir-akhir ini.

“Kami sebagai menteri itu, kan, pembantu Presiden. Yang namanya pembantu Presiden, mengangkat, memberhentikan menteri, itu adalah hak prerogatif Presiden, ya,” kata Bahlil di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Isu reshuffle kabinet belakangan kembali ramai diperbincangkan seiring berbagai spekulasi mengenai perombakan jajaran menteri. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Presiden terkait waktu maupun komposisi reshuffle.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membantah rencana perombakan atau reshuffle kabinet yang diisukan bakal dilakukan Presiden Prabowo dalam waktu dekat.

Ia menegaskan hingga kini tidak ada pembahasan maupun rencana terkait perubahan susunan kabinet. Menanggapi pertanyaan wartawan, ia menepis spekulasi mengenai evaluasi kabinet dalam waktu dekat.

“Reshuffle? Reshuffle apa? Belum ada,” ujar Prasetyo singkat usai menghadiri rapat bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Isu perombakan kabinet kembali mencuat setelah Presiden Prabowo menggelar retret bersama jajaran menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026). Retret itu disebut sebagai upaya konsolidasi dan penajaman arah kebijakan pemerintah di awal 2026, sekaligus evaluasi kinerja pemerintahan.

Sejak dilantik, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan tiga kali reshuffle kabinet dalam kurun satu tahun kepemimpinannya dengan total 17 pejabat yang sudah diganti. Reshuffle pertama dilakukan pada 19 Februari 2025 dengan mengganti Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Soemantri Brojonegoro yang digantikan oleh Brian Yuliarto.

Perombakan kedua dilakukan pada 8 September 2025, termasuk pergantian Menteri Keuangan serta pembentukan Kementerian Haji dan Umrah. Sementara pada reshuffle jilid tiga, Presiden Prabowo melantik 11 pejabat setingkat menteri hingga kepala lembaga di Istana Negara pada Rabu, 19 Juli 2025.

Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama