tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan akan menggenjot produksi komoditas tambang nasional jika harga komoditas berada di level tinggi dan stabil.
Langkah strategis yang akan dilakukan melalui relaksasi terukur pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) disampaikan Bahlil usai rapat bersama Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026).
"Kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar. Kemudian kebutuhan supply and demand. Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan harga batu bara bagus, harga nikel bagus," ucapnya melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Kamis (26/3/2026).
Bahlil menyatakan, bersama Prabowo, mereka turut membahas terkait penguatan energi alternatif untuk ketahanan energi. Kementerian ESDM diminta mengoptimalkan potensi sejumlah komoditas tambang, mulai dari etanol, biodesel, serta crude palm oil (CPO).
Kata dia, Kementerian ESDM juga diminta memaksimalkan transisi energi lewat energi baru terbarukan. Meski demikian, ia tidak mengungkapkan secara rinci bagaimana cara memaksimalkan transisi energi lewat energi baru terbarukan tersebut.
Bahlil turut mengaku hendak menaikkan harga patokan mineral (HPM) untuk komoditas nikel.
"Yang jelas bahwa dalam rangka pengendalian supply and demand terhadap batubara maupun nikel, sampai dengan hari ini tidak ada perubahan kebijakan apa-apa dari Menteri ESDM. Tadi sudah saya laporan ke Bapak Presiden sambil kita melihat perkembangan," urainya.
"Kemungkinan besar HPM untuk nikel saya akan naikkan ya," lanjut dia.
Bahlil berujar Prabowo turut meminta agar Kementerian ESDM mengedepankan kepentingan negara terkait sumber daya alam Indonesia yang menjadi aset negara. Hal tersebut akan dilakukan melalui mencari pemasukan dari sektor mineral.
Katanya, pemasukan dari sejumlah sektor mineral belum merata hingga saat ini. Salah satunya, yakni dari sektor mineral nikel.
"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita. Sumber daya alam kita ini merupakan aset negara," urai Bahlil.
"Karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara," lanjut dia.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































