tirto.id - Video jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina, viral usai menyebut final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Prancis sebagai skenario final paling menguntungkan FIFA dari sisi komersial.
Menurut Molina, duel tersebut memiliki nilai pemasaran besar dan berpotensi memecahkan rekor jumlah penonton dunia. Namun, apakah pernyataan itu berarti FIFA mengatur jalannya Piala Dunia 2026?
Jawabannya tidak. Dalam videonya, Molina tidak memaparkan bukti bahwa FIFA sudah merekayasa turnamen. Ia justru menilai berbagai kontroversi dan minimnya transparansi FIFA-lah yang memicu kecurigaan di kalangan sebagian petinggi federasi maupun publik.
Mengapa Final Argentina vs Prancis Dinilai Untungkan FIFA?
Molina menilai Argentina vs Prancis merupakan skenario final paling menarik dari sisi bisnis dan pemasaran. Alasannya cukup sederhana, kedua negara punya basis pendukung besar di berbagai belahan dunia.
Pertemuan La Albiceleste dan Les Bleus juga jadi ulangan final Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Argentina keluar sebagai juara karena menang adu penalti usai bermain imbang 3-3 dalam salah satu final paling dramatis sepanjang sejarah turnamen ini.
Daya tarik laga itu juga lahir dari bintang dunia. Lionel Messi masih jadi ikon sepak bola global, sementara Prancis punya generasi muda bertalenta dengan Kylian Mbappe sebagai wajah utamanya. Rivalitas keduanya sejak sama-sama bermain di PSG turut mendongkrak nilai jual pertandingan.
Dalam video tersebut, Molina juga mengutip sumber anonim dari kalangan presiden federasi sepak bola. Menurut sumber itu, FIFA secara internal berupaya memaksimalkan keuntungan komersial dari Piala Dunia.
Sumber tersebut menilai final Argentina vs Prancis berpotensi mencetak rekor penonton dunia sekaligus menghasilkan nilai ekonomi terbesar melalui hak siar, sponsor, dan perhatian media internasional.
Meski demikian, perlu digarisbawahi Molina memaparkan hasil investigasi berdasar sumber anonim. Hingga kini, FIFA belum pernah membenarkan adanya pembahasan mengenai "final ideal" tersebut.
Di sisi lain, final Piala Dunia 2022 antara Argentina vs Prancis memang jadi pertandingan sepak bola dengan jangkauan penonton terbesar dalam sejarah turnamen. Berdasar laporan resmi FIFA, laga tersebut menjangkau sekitar 1,42 miliar penonton di seluruh dunia melalui televisi, platform digital, dan tayangan di ruang publik.
Selain itu, pertandingan Prancis vs Argentina di final Piala Dunia 2026 mencatat 570,8 juta penonton siaran langsung di rumah, tertinggi dibanding seluruh pertandingan Piala Dunia 2022. Laporan yang sama juga menunjukkan Piala Dunia Qatar 2022 menghasilkan 5 miliar media engagement melalui siaran televisi, layanan digital, media sosial, dan platform resmi FIFA.
Final Argentina melawan Prancis bahkan mendorong kenaikan interaksi media sosial sebesar 621 persen dibanding final Piala Dunia 2018.
Meski demikian, laporan resmi FIFA juga hanya memuat data audiens dan performa komersial. Dokumen tersebut tidak membahas dugaan favoritisme ataupun pengaturan pertandingan.
Apakah Romain Molina Menuduh FIFA Merekayasa Piala Dunia?
Tidak.
Pada bagian akhir video, Molina tidak pernah menyebut Piala Dunia 2026 direkayasa atau hasil pertandingan sudah ditentukan sejak awal. Ia hanya memotret atmosfer kecurigaan di kalangan sebagian petinggi federasi. Menurutnya, banyak pihak mulai mempertanyakan konsistensi keputusan wasit maupun penggunaan VAR, terutama saat melibatkan negara-negara besar.
Molina juga menyinggung dugaan bahwa bagan turnamen menempatkan Prancis dan Argentina di sisi berbeda agar keduanya baru bertemu pada partai final. Namun, ia tidak menyodorkan bukti bahwa FIFA benar-benar melakukan pengaturan tersebut.
Ia turut mengulas beberapa keputusan wasit, seperti insiden Adrien Rabiot saat Prancis vs Maroko dan momen Lionel Messi ketika Argentina vs Aljazair. Dua contoh itu, menurut Molina, ikut memperkuat persepsi bahwa tim besar kerap diuntungkan.
Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa berbagai rumor itu lahir akibat minimnya transparansi FIFA, panjangnya daftar kontroversi organisasi tersebut, serta kuatnya orientasi bisnis. Bukan karena ia memiliki bukti bahwa Piala Dunia 2026 sudah direkayasa.
Hingga artikel ini ditulis, FIFA belum berkomentar terkait berbagai kritik maupun klaim Molina.
Apa Isi Video Kritik Romain Molina untuk FIFA?
Sebagian besar video Molina tidak membahas Argentina vs Prancis. Fokus utamanya justru mengkritik tata kelola FIFA selama Piala Dunia 2026.
Ia menyoroti penggunaan VAR dan sensor pada bola. Sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, FIFA mempromosikan dua teknologi tersebut sebagai solusi untuk mengurangi polemik keputusan wasit. Menurut Molina, harapan itu tidak terwujud. Sejumlah laga tetap panen kontroversi, termasuk Portugal vs Kroasia dan Norwegia vs Inggris.
Ia menilai respons FIFA atas berbagai polemik itu kurang terbuka. Alih-alih memberi penjelasan rinci, FIFA dinilai hanya meminta publik mempercayai hasil teknologi.
Molina juga mengulas sejumlah persoalan lain, mulai dari dugaan manipulasi data jumlah penonton pada fase awal turnamen, inkonsistensi sikap terkait kebijakan visa di negara tuan rumah, sampai dugaan pembiaran praktik korupsi dan buruknya tata kelola di beberapa federasi sepak bola.
Ia turut menyinggung program "FIFA Legends". Menurut Molina, program itu menjadi sarana membangun citra positif kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino melalui mantan pemain maupun tokoh sepak bola.
Bagi Molina, rangkaian persoalan tersebut terus menggerus kepercayaan publik terhadap FIFA. Kondisi itu pula yang membuat setiap kontroversi baru begitu mudah memicu spekulasi.
Siapa Romain Molina & Jurnalis dari Mana?
Romain Molina merupakan jurnalis investigasi asal Prancis yang banyak meliput persoalan di dunia sepak bola internasional.
Selama bertahun-tahun, ia membongkar berbagai dugaan penyimpangan di federasi sepak bola Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan. Liputannya mencakup dugaan pelecehan seksual, persoalan tata kelola organisasi, hingga penyalahgunaan dana.
Molina juga rutin mengulas FIFA, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), serta Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Selain menulis, ia aktif membagikan hasil investigasi melalui YouTube dan akun X.
Meski memiliki rekam jejak panjang sebagai jurnalis investigasi, pembahasan Molina mengenai final Argentina vs Prancis tetap bersumber dari narasumber anonim dan bukan pernyataan resmi FIFA.
Hingga kini, belum ada bukti publik bahwa FIFA mengatur hasil pertandingan atau merekayasa jalannya Piala Dunia 2026.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































