tirto.id - Sesar Lembang saat ini menjadi salah satu isu bencana geologi yang mendapat perhatian serius di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Keberadaanya menimbulkan kekhawatiran, sebab jika sesar ini kembali aktif, dampaknya diperkirakan bisa meluas hingga ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Sesar sendiri merupakan rekahan pada kerak bumi akibat pergerakan lempeng tektonik. Pergeseran tersebut dapat memicu terjadinya gempa bumi dengan kekuatan yang beragam.
Hal serupa juga berlaku pada Sesar Lembang yang membentang panjang sekitar 29 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan apabila sesar ini kembali aktif, potensi gempa yang ditimbulkan dapat mencapai magnitudo 6,8 hingga 7.
Apa yang Terjadi Jika Sesar Lembang Aktif?
Intensitas guncangan akibat pergerakan Sesar Lembang sangat bergantung pada jarak daerah dari jalur sesar. Semakin dekat dengan lintasan sesar, semakin besar pula getaran yang dirasakan.
Dampak yang ditimbulkan oleh Sesar Lembang tidak hanya terbatas pada kawasan yang masuk zona merah saja. Namun, gempa juga dapat berpotensi meluas hingga menimbulkan kerusakan infrastruktur, mengganggu aktivitas ekonomi, dan berdampak pada kondisi sosial masyarakat.
Wakil Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa Sesar Lembang bisa menimbulkan kerugian besar jika sewaktu-waktu aktif. Ia menekankan pentingnya kesiapan sejak dini dalam menghadapi bencana geologi yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya.
“Dampak gempa bisa meluas ke infrastruktur, ekonomi, hingga sosial masyarakat. Oleh karena itu kebijakan kami lebih menekankan pada upaya preventif dan kesiapsiagaan, bukan hanya responsif saja”, Kata Erwin, seperti dikutip Antaranews, Minggu, 24 Agustus 2025.
"Kesiapsiagaan bukan berarti menakut-nakuti, melainkan langkah bijak melindungi diri dan keluarga. Mulailah dari hal kecil, seperti tahu jalur evakuasi dan menyiapkan tas siaga bencana," lanjutnya.

Sesar Lembang diperkirakan berusia antara 154.000 hingga 92.000 tahun. Meski pergerakannya relatif kecil, sesar ini konsisten bergerak. Jika energi yang tersimpan dilepaskan, guncangan besar berpotensi akan terjadi.
Kerusakan infrastruktur akibat Sesar Lembang diperkirakan meluas, mulai dari rumah permanen, fasilitas umum, hingga jalan raya. Wilayah yang dilalui jalur transportasi, seperti jalan nasional penghubung antar provinsi dan jalan tol turut menjadi dampak yang signifikan.
Di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi, gempa besar dapat memicu kerusakan sosial yang lebih serius. Proses evakuasi menjadi salah satu tantangan, sehingga kesiapan dan edukasi mitigasi bencana sangat penting untuk menekan korban jiwa.
Selain itu, pada sektor ekonomi juga berpotensi terganggu akibat kerusakan bangunan komersial, kawasan industri, dan fasilitas publik yang berdampak langsung dari aktivitas Sesar Lembang.
Terdapat dua daerah yang memiliki risiko paling tinggi jika Sesar Lembang kembali aktif, yaitu Kota Bandung dan Kota Cimahi. Kedua wilayah tersebut berada tepat di atas cekungan sesar yang mengakibatkan menjadi kawasan rawan gempa.
Dengan potensi ancaman dan dampak yang besar, saat ini Sesar Lembang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan masyarakat. Sesar Lembang dipandang sebagai “bom waktu geologi” yang dapat meledak kapan saja di Jawa Barat.
Penulis: Mar'atus Sholikhah
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id




































