tirto.id - Salah satu sesar yang ada di Jawa Barat yakni Sesar Baribis. Sesar ini merupakan jenis sesar naik (thrust fault) yang berkembang di bagian timur Provinsi Jawa Barat, tepatnya berada di ujung utara dari imbrikasi belakang busur di Jawa Barat.
Sesar Baribis berlokasi memanjang dari Majalengka hingga Subang. Sesar ini diidentifikasi sebagai sesar naik yang dapat diamati dari topografi dan seismik refleksi.
Dalam ilmu geologi, sesar atau patahan merupakan fraktur planar atau diskontinuitas dalam volume batuan yang telah ada perpindahan signifikan sebagai akibat dari gerakan massa batuan. Menurut ilmu geofisika, sesar terjadi ketika batuan mengalami tekanan dan suhu yang rendah sehingga sifatnya menjadi rapuh.
Sesar-sesar berukuran besar di kerak bumi adalah hasil dari aksi gaya lempeng tektonik. Energi yang dilepaskan itu menyebabkan gerakan yang cepat pada sesar aktif. Inilah yang menjadi penyebab utama gempa bumi.
Lalu, daerah mana saja yang dilalui Sesar Baribis dan apakah sesar ini masih aktif? Simak informasi berikut ini.
Daerah yang Dilalui Sesar Baribis
Nama Baribis dalam Sesar Baribis diambil dari nama Perbukitan Baribis di daerah Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat. Sesar ini diperkenalkan pertama kali oleh van Bemmelen.
Struktur Sesar Baribis dapat diamati jejak-jejaknya sepanjang kurang lebih 70 kilometer. Tepatnya yakni mulai dari Subang hingga ke daerah Perbukitan Baribis, sebelah barat Gunung Ciremai. Sesar Baribis, berdasarkan batuan yang disesarkannya, terbentuk paling akhir setelah Sesar Cimandiri dan Sesar Lembang.
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Sonny Aribowo, menjelaskan bahwa Sesar Baribis melewati sejumlah wilayah di Jawa Barat. Sesar Baribis melewati Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi.
Sonny, mengutip laman BRIN (13/6/2024), juga menyebut bahwa ada indikasi sesar ini melalui daerah selatan Jakarta (perbatasan dengan Depok) dan di daerah Bogor. Dia menjelaskan, Sesar Baribis hingga Sesar Kendeng merupakan sebuah sistem sesar yang kompleks dan besar, yang disebut Java Back-arc Thrust.
Apakah Sesar Baribis Masih Aktif?
Keaktifan Sesar Baribis ini dijelaskan dalam hasil penelitian Siska Febyani, dkk di Bulletin of Scientific Contribution Geology. Artikel yang berjudul Analisis Kerentanan Gempa pada Jalur Sesar Baribis Menggunakan Metode Microearthquake (MEQ) itu menyebut, Sesar Baribis merupakan sesar muda (pola Jawa) yang terbentuk pada periode tektonik Pliosen Plistosen dan diyakini masih aktif hingga saat ini.
Adapun pola struktur Sesar Baribis terbentuk pada lingkungan belakang busur (Back Arc Thrusting) dengan posisi paling utara. Kemudian, berdasarkan hasil pengukuran metode Global Positioning System (GPS) oleh Meilano, dkk sejak 2008—2012, kecepatan pergerakan Sesar Baribis yakni 2 mm—1 cm per tahun.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Sesar Baribis diperkirakan merupakan sesar aktif, terutama di segmen bagian utara. Menurut UBC tahun 1997, sesar ini diklasifikasikan dalam Sesar Aktif Tipe C.
Di sisi lain, Ridho Ilahi, dkk dalam artikel penelitiannya berjudul Variasi Strain di Sekitar Sesar Baribis Berdasarkan Data Pengamatan GPSKontinyu (2016—2018) yang dimuat dalam jurnal Elipsoida: Geodesi dan Geomatika, seluruh segmen Sesar Baribis belum diketahui secara pasti.
Diduga, Sesar Baribis terdiri dari dua segmen, yakni segmen timur dan barat. Segmen timur disebut area fix fault, yakni segmen Sesar Baribis di sisi timur yang bukti keaktifannya dapat dijelaskan. Sedangkan segmen barat disebut sebagai inferred fault, yakni segmen Sesar Baribis di sisi barat yang belum memiliki cukup bukti terkait eksistensinya.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi mengenai gempa bumi terkini dapat mengakses artikel sejenis melalui tautan berikut ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id





































