Menuju konten utama

Pjs Gubernur BI Imbau Pasar Tak Perlu Panik usai Perry Mundur

Destry memastikan stabilitas nilai tukar rupiah akan tetap menjadi kunci kebijakan Bank Indonesia ke depan.

Pjs Gubernur BI Imbau Pasar Tak Perlu Panik usai Perry Mundur
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyapa pendukungnya saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi XI DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/6/2024). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengimbau pelaku pasar tidak perlu panik menyusul mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur BI. Hal ini disampaikan Destry usai mengikuti rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026).

"Untuk market, tentunya kita berharap tidak perlu panik, kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya," kata Destry dalam konferensi pers di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Imbauan Destry ini disampaikan di tengah tekanan yang dialami pasar keuangan domestik usai kabar pengunduran diri Perry Warjiyo mencuat. Perry mengundurkan diri secara sukarela dan menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada Presiden pada 25 Juli 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17 persen atau 10,64 poin ke level 6.185,78 pada perdagangan Senin sore. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026) terdepresiasi 46 poin ke level Rp18.009 per dolar AS. Destry menegaskan, posisi kebijakan BI tidak berubah meski terjadi pergantian pucuk pimpinan. Ia memastikan stabilitas nilai tukar rupiah akan tetap menjadi kunci kebijakan BI ke depan.

"Jadi stance kebijakan kami tidak berubah, bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini, sehingga kami juga akan terus berada di pasar baik melalui intervensi di spot, DNDF, dan NDF," ujarnya.

Selain intervensi nilai tukar, Destry menyebut BI akan tetap melanjutkan kebijakan yang bersifat pro growth melalui kebijakan makroprudensial. Ia juga menyinggung keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan BI pada Juli ini yang mengharapkan capital inflow terus mengalir masuk.

"Kami juga mengharapkan inflow akan terus terjadi dengan kita memberikan insentif kepada dana capital inflow yang masuk melalui penurunan biaya hedging," jelasnya.

Destry menambahkan, kepemimpinan di BI saat ini berjalan secara kolektif kolegial. Ia bersama empat Anggota Dewan Gubernur (ADG) lainnya berkomitmen melanjutkan tugas sesuai mandat yang diberikan kepada BI.

"Jadi kami berlima dengan ADG yang lain akan terus komitmen dan terus melanjutkan keberlangsungan tugas kami sesuai dengan amanah yang telah dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia. Kita juga tentu berharap stabilitas di pasar keuangan kita akan bisa pulih dan normal kembali seperti semula," terang dia.

Baca juga artikel terkait BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher