tirto.id - Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Johni Martha, menyampaikan, pemeritah akan terus menjaga akses pasar ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) di tengah kebijakan perdagangan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump melalui Indonesia-AS Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Langkah tersebut ditempuh karena AS disebut masih menjadi salah satu pasar ekspor terbesar sekaligus penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia. Pangsa ekspor Indonesia ke AS mencapai 11,47 persen dari total ekspor nasional sepanjang 2025.
Besarnya porsi itu disebut membuat pemerintah memastikan produk RI tetap memiliki akses ke pasar AS.
"Yang kita mau amankan itu adalah pangsa pasar. Pangsa pasar ekspor kita ke Amerika itu 11,47 persen dari total ekspor kita. Coba kalau tidak ada Amerika, mau dibuang ke mana 11 persen itu. Mengalihkan ekspor tidak semudah itu," kata Johni kepada awak media, di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (27/7).
Johni mengatakan pentingnya menjaga hubungan dagang dengan AS juga didorong oleh posisi negara tersebut sebagai penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia. Kontribusi surplus dari AS disebut menjadi salah satu penopang neraca perdagangan nasional.
"Amerika adalah sumber surplus nomor satu bagi Indonesia. Itu yang kita jaga," ujarnya.
Ia mengatakan, produk-produk yang diekspor Indonesia ke AS didominasi komoditas padat karya, seperti tekstil, alas kaki, minyak sawit, kopi, dan karet. Karena itu, menjaga akses pasar AS juga dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan industri serta lapangan kerja di dalam negeri.
Johni berujar pendekatan Pemerintah RI kepada AS dalam berbagai perundingan perdagangan bertujuan melindungi kepentingan ekspor nasional. Pemerintah RI disebut berupaya memastikan komoditas unggulan Indonesia tetap dapat bersaing di pasar AS.
Menurut dia, pemerintah juga terus membuka akses ke pasar ekspor lain melalui berbagai perjanjian perdagangan. Namun, ia menilai diversifikasi pasar tidak dapat dilakukan secara instan sehingga menjaga pasar AS tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah.
"Pendekatan Indonesia ke Amerika adalah untuk mengamankan pasar ekspor kita untuk komoditas-komoditas kita ke Amerika," kata Johni.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





































