Menuju konten utama

Bukan Biang Kerok IHSG Turun, Bobot Saham Gocap Tak Sampai 2%

Dirut BEI Jeffrey Hendrik menegaskan penurunan saham gocap bukan pemicu utama IHSG ambles ke 6.147. Bobot seluruh saham Rp50 di indeks tak sampai 2%.

Bukan Biang Kerok IHSG Turun, Bobot Saham Gocap Tak Sampai 2%
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan bahwa penurunan harga pada kelompok saham bernilai Rp50 atau saham "gocap" bukan menjadi pemicu utama koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Bobot gabungan seluruh saham berpredikat gocap tersebut tercatat berada di bawah 2 persen dari total indeks.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa secara statistik, porsi saham-saham di level harga Rp50 tidak memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan IHSG secara keseluruhan.

"Terdapat 26 saham dengan harga Rp50 dengan total bobot pada IHSG sebesar 1,91 persen per 25 September 2026," ujar Jeffrey kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).

Pernyataan ini merespons gerak IHSG pada Senin (28/9/2026). Sebelumnya, IHSG ditutup pada zona merah sebesar 94,03 poin atau turun 1,51 persen menjadi 6.147,85.

Jeffrey memaparkan bahwa pada perdagangan Senin (28/9/2026), saham-saham gocap tersebut memang mencatatkan koreksi harga yang lumayan tajam, yakni berada di kisaran 8 persen hingga 14 persen.

Meski mengalami penurunan secara persentase per saham, dampaknya terhadap penurunan indeks sektoral maupun IHSG relatif terbatas.

"Saham tersebut mengalami penurunan antara 8-14 persen pada 28 September 2026 yang berkontribusi terhadap penurunan sekitar 0,27 persen atau turun 16,707 poin," kata Jeffrey.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah