tirto.id - Kebakaran yang melanda kantor PT Terra Drone Indonesia mengakibatkan 22 orang meninggal dunia pada Selasa (9/12).
Kebakaran ini membuat Terra Drone menjadi sorotan banyak pihak, terlebih setelah Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan Direktur Utama Terra Drone berinisial MW sebagai tersangka.
Setelah mengulik soal perusahaan pesawat nirawak ini, warganet kemudian menemukan bahwa Terra Drone pernah memetakan lahan sawit di Sumatra.
Apa Kaitan Terra Drone dengan Lahan Sawit Sumatra?
Managing Director Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana pada Januari 2025 lalu pernah menyampaikan drone yang dibuat perusahaannya bisa menjadi solusi sistem manajemen udara untuk perkebunan sawit.
"Sebagai salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia serta rumah bagi perkebunan kelapa sawit yang luas, Indonesia memerlukan sistem manajemen udara canggih untuk memastikan operasi drone yang aman, efisien, dan dapat dikembangkan lebih lanjut," terang Wishnu, dikutip Antaranews.
Situs web resmi Terra Drone juga memuat informasi soal pemetaan lahan sawit di Sumatra ini. Laporan tersebut dimuat di website dengan judul Analisis Pertumbuhan Tanaman Sawit dengan Drone Multispektral dan AI.
Drone multispektral bekerja dengan cara menangkap pantulan cahaya dari permukaan daun dalam beberapa spektrum, termasuk spektrum tak tampak seperti inframerah dekat (NIR).
Setiap tanaman yang sehat memantulkan cahaya dalam spektrum tertentu, dan sebaliknya, tanaman yang mengalami tekanan (stress) akan menunjukkan pola pantulan yang berbeda.
Dengan terbang rendah di atas hamparan sawit, drone ini mampu memetakan kondisi vegetatif setiap tanaman dengan akurasi tinggi.
Data yang diperoleh dari sensor multispektral kemudian digunakan untuk membuat indeks vegetasi seperti NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), yang memberi informasi mengenai kepadatan hijau dan tingkat fotosintesis tanaman.
Dengan pendekatan ini, para pengelola perkebunan dapat mengetahui area-area yang memerlukan perhatian lebih seperti penyulaman, pemupukan ulang, atau perbaikan sistem irigasi.
Teknologi ini sangat berguna di lahan berskala besar di mana pengamatan manual tidak memungkinkan dilakukan secara menyeluruh dan berkala.
Teknologi Terra Drone ini sudah sering dipakai oleh para pemilik perkebunan sawit. Pada 2021, Terra Drone bekerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) untuk memantau petani sawit swadaya di Riau.
Program itu menjadi salah satu proyek besar yang memanfaatkan drone multispektral untuk menilai kesehatan tanaman dan kepadatan pohon.
Sebelumnya, perusahaan-perusahaan agribisnis juga tercatat memanfaatkan layanan Terra Drone untuk inventarisasi pohon dan analisis kesehatan tanaman.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































