Menuju konten utama

Apa Itu Siklon Tropis Senyar, Penyebab, & Dampaknya?

Siklon Tropis Senyar mempengaruhi cuaca & gelombang tinggi di wilayah yang dilalui. Simak ulasan lengkap tentang Siklon Tropis Senyar dan dampaknya.

Apa Itu Siklon Tropis Senyar, Penyebab, & Dampaknya?
Ilustrasi Siklon Tropis Senyar. ANTARA/HO-BMKG
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Siklon Tropis Senyar menjadi salah satu pemicu hujan deras berhari-hari yang mengguyur wilayah Sumatera pada akhir November 2025. Lantas, apa itu Siklon Tropis Senyar, penyebab, dan dampaknya? Cek ulasan berikut.

Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Siklon Tropis Senyar terjadi di Indonesia pada Rabu (26/11/2025). Siklon Tropis Senyar merupakan evolusi dari Bibit Siklon 95B.

Siklon Tropis Senyar sekitar 10 km/jam muncul pada Rabu, 26 November 2025 pukul 07.00 WIB. Siklon ini terjadi di Semenanjung Malaysia, Thailand Selatan, dan Sumatera, Indonesia.

Terbaru, BMKG mengamati adanya Bibit Siklon Tropis 93S yang terdeteksi muncul di perairan selatan Nusa Tenggara Barat pada Kamis (11/12).

Apa Itu Siklon Tropis Senyar?

Secara umum, Siklon Tropis memiliki dampak yang signifikan terhadap cuaca dan gelombang air laut di daerah yang dilaluinya. Seturut laman UNESA, Siklon Tropis Senyar terbentuk dari proses penguapan air laut yang intens akibat suhu permukaan laut yang tinggi.

Saat udara lembap naik ke atmosfer, ia mendingin dan mengembun. Lalu melepaskan panas laten yang mempengaruhi putaran angin di sekitar pusat tekanan rendah. Semakin hangat lautan, maka semakin besar energi yang memicu kekuatan siklon.

Adapun indikasi pembentukan Siklon Tropis dapat diidentifikasi dengan beberapa hal. Pertama, suhu laut yang hangat menciptakan penguapan yang memicu pembentukan badai. Kedua, saat tekanan udara menurun, udara mulai berkumpul dan berputar mengelilingi pusat depresi.

Kemudian, kelembapan dapat memengaruhi pembentukan awan konvektif yang menjadi struktur utama siklon tropis. Apabila perbedaan kecepatan angin di berbagai ketinggian kecil, sistem pusaran dapat bertumbuh stabil. Dalam hal ini, gumpalan awan tebal yang berputar dapat dicermati sebagai tanda awal bibit siklon.

WASPADA DAMPAK SIKLON TROPIS SEROJA

Ilustrasi Siklon. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

Melansir laman Britannica, Siklon Tropis termasuk badai yang melingkar dengan diameter sekitar 320 km (200 mil). Angin berputar di sekitar wilayah pusat dengan tekanan atmosfer rendah dan mengikuti rotasi bumi. Akibatnya, siklon tropis berputar berlawanan arah jarum jam di Belahan Bumi Utara dan searah jarum jam di Belahan Bumi Selatan.

Secara umum, medan angin siklon tropis dapat dibagi menjadi tiga wilayah. Pertama, wilayah luar berbentuk cincin yang memiliki radius luar sekitar 160 km (100 mil) dan radius dalam sekitar 30 hingga 50 km (20 hingga 30 mil).

Di wilayah ini, kecepatan angin meningkat secara seragam menuju pusat. Kecepatan angin mencapai nilai maksimumnya di wilayah kedua, yang disebut dinding mata badai.

Dinding mata badai biasanya berjarak 15 hingga 30 km (10 hingga 20 mil) dari pusat badai. Dinding mata badai kemudian mengelilingi wilayah interior, yang disebut mata badai. Di wilayah mata badai ini kecepatan angin menurun dengan cepat dan udara seringkali tenang.

Dinding mata badai merupakan bagian paling berbahaya dan merusak dari siklon tropis. Di wilayah dinding mata badai, terjadi angin paling kencang, curah hujan paling deras, dan awan konvektif yang tebal naik dari dekat permukaan Bumi hingga ketinggian 15.000 meter (49.000 kaki).

Wilayah ketiga yaitu mata badai yang merupakan wilayah pusat dengan langit cerah, suhu hangat, dan tekanan atmosfer rendah. Wilayah ini menjadi pemicu angin kencang yang ada di dinding mata badai.

Terbentuknya Siklon Tropis perlu melewati serangkaian tahapan. Badai yang menunjukkan rotasi berlawanan arah jarum jam dengan kecepatan angin hingga 38 km (23,6 mil) per jam diklasifikasikan sebagai depresi tropis.

Jika sirkulasi terus mengintensifkan dan kecepatan angin melebihi 63 km (39 mil) per jam, maka sistem tersebut disebut badai tropis. Setelah kecepatan angin maksimum melebihi 119 km (74 mil) per jam, badai tersebut diklasifikasikan sebagai siklon tropis.

Ketika sampai daratan, perputaran siklon tropis dan vertical wind shear di sekelilingnya akan menghasilkan tornado. Tornado juga dapat dihasilkan sebagai akibat dari vortisitas di dinding mata siklon yang tetap bertahan hingga mencapai daratan.

Dampak Siklon Tropis Senyar

Kehadiran Siklon Tropis Senyar memiliki dampak langsung dan dampak tidak langsung bagi wilayah yang dilewati atau wilayah yang berdekatan dengan jalur Siklon Tropis.

Menukil laman BMKG, berikut dampak Siklon Tropis baik langsung maupun tidak langsung:

1. Dampak Langsung

Siklon Tropis Senyar dapat berdampak lang terhadap gelombang tinggi, gelombang badai atau storm surge yang berupa naiknya tinggi muka laut seperti air pasang tinggi yang datang tiba-tiba.

Tak hanya itu, Siklon Tropis Senyar juga memicu terjadinya hujan deras dengan disertai angin kencang hingga berhari-hari. Pada tahap tertentu, hujan tersebut dapat menimbulkan bencana herdrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

2. Dampak Tidak Langsung

Siklon Tropis Senyar memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia, seperti daerah pumpunan angin, daerah belokan angin, dan daerah defisit kelembaban.

Daerah pumpunan angin terlihat sebagai daerah memanjang yang penuh dengan awan tebal yang terhubung dengan perawanan siklon tropis, sehingga terlihat seolah-olah siklon tropis tersebut mempunyai ekor.

Pumpunan angin ini yang mengakibatkan terbentuknya lebih banyak awan-awan konvektif penyebab hujan lebat di daerah tersebut.

Siklon tropis yang terbentuk di sekitar perairan sebelah utara maupun sebelah barat Australia seringkali mengakibatkan terbentuknya daerah pumpunan angin di sekitar Laut Jawa, NTB, NTT, Laut Banda, Laut Timor, hingga Laut Arafuru.

Kemudian, apabila siklon tropis terjadi di perairan Samudra Hindia Tenggara, menyebabkan pembentukan daerah belokan angin di sekitar Sumatra bagian Selatan atau Jawa bagian Barat. Belokan angin tersebut memicu terbentuknya lebih banyak awan-awan konvektif penyebab hujan lebat.

Selanjutnya, Siklon tropis juga menyebabkan defisit kelembaban atau menyerap persediaan udara lembab yang terdapat dalam radius tertentu di sekitarnya.

Baca juga artikel terkait INFO CUACA atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo