Menuju konten utama

Apa Itu Ejakulasi Dini dan Berapa Lama Waktu Ideal Bercinta?

Ejakulasi dini atau premature ejaculation merupakan kondisi ketika seorang pria berejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan ketika bercinta.

Apa Itu Ejakulasi Dini dan Berapa Lama Waktu Ideal Bercinta?
Ilustrasi bercinta. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Ejakulasi merupakan pelepasan cairan semen dan sperma melalui penis seorang pria. Hal tersebut dapat terjadi akibat proses dari rangsangan seksual yang diterimanya.

Dilansir dari Mayo Clinic, ejakulasi dini atau premature ejaculation merupakan kondisi ketika seorang pria berejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan ketika bercinta. Kondisi ini dapat mempengaruhi keharmonisan, ketidakpuasan seksual atau klimaks pada pasangan bahkan pada pria itu sendiri.

Bagi penderita ejakulasi dini, mereka kerap kehilangan kontrol terhadap orgasme ketika berhubungan seksual. Bahkan, keluarnya cairan semen dan sperma dapat terjadi sebelum berhubungan seksual, misalnya ketika memulai foreplay.

Ada pula pria yang mengalami ejakulasi ketika baru saja melakukan penetrasi ke vagina ataupun beberapa saat setelah penetrasi dilakukan.

Oleh sebab itu, banyak pria yang merasa minder dan takut dianggap tidak jantan oleh pasangannya karena merasa durasi bercintanya yang singkat. Tak sedikit pula pria yang mengalami ejakulasi dini berakhir dengan stres dan frustasi, bahkan menghindari berhubungan seksual karena takut tak dapat memuaskan pasangannya.

Lantas, berapa lama waktu idean untuk berhubungan seksual?

Ternyata, rata-rata durasi berhubungan seksual tidak selama yang dipikirkan oleh banyak orang. Seperti yang dikutip dari Medical News Today, berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan 500 pasangan ditemukan bahwa waktu ideal berhubungan seksual berbeda-beda tetapi rata-rata pasangan mengalami ejakulasi pada menit kelima usai penetrasi.

Pada penelitian lain yang dilakukan oleh terapis seks di Amerika Serikat dan Kanada ditemukan beberapa kategori durasi rata-rata pada pria saat bercinta, di antaranya:

• Ejakulasi di bawah 3 menit (memerlukan perhatian medis)

• Ejakulasi yang berlangsung di menit ke 3-7 (cukup)

• Ejakulasi yang berlangsung di menit ke 7-13 (diharapkan)

• Ejakulasi yang berlangsung di menit ke 10-30 (terlalu lama)

Namun, terdapat penelitian yang menemukan bahwa rata-rata durasi orgasme pada perempuan adalah pada menit ke 13.41.

Jenis Ejakulasi Dini

Dikutip kembali dari Mayo Clinic, ejakulasi dini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

• Ejakulasi dini primer, permasalahan ejakulasi yang muncul ketika mulai aktif berhubungan seksual dan dapat terjadi dalam frekuensi yang cukup sering, bahkan dapat terjadi pada setiap kali melakukan berhubungan seksual.

• Ejakulasi dini sekunder, kondisi ini merupakan hal baru yang sebelumnya tidak pernah mengalami permasalahan dalam ejakulasi.

Penyebab Ejakulasi Dini

Penyebab ejakulasi dini sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, banyak ahli yang bersepakat bahwa ejakulasi dini merupakan dampak dari masalah biologis sekaligus psikologis pada pria.

Mengutip dari laman WebMd serta Mayo Clinic terdapat dua faktor yang dapat menyebabkan gangguan ejakulasi, yakni faktor psikologis dan faktor biologis. Berikut merupakan faktor psikologis yang dapat menyebabkan gangguan ejakulasi:

• Trauma akan kekerasan seksual

• Citra tubuh yang buruk sehingga menurunkan kepercayaan diri

• Harapan yang tidak realistis terkait performa bercinta

• Gangguan psikologis seperti depresi, stres berkepanjangan, atau gangguan kecemasan

• Merasa bersalah, sehingga menimbulkan kecenderungan untuk tergesa-gesa ketika bercinta

• Merasa panik dan khawatir terkait ejakulasi dini

• Masalah pribadi dengan pasangan

• Rangsangan seksual yang berlebihan

Adapun, faktor biologis yang dapat memicu kondisi ini di antaranya:

• Tingkat hormon yang tidak normal, seperti menurunnya hormon serotonin dalam tubuh

• Tingkat neurotransmitter yang abnormal di otak

• Aktivitas refleks yang abnormal dari sistem ejakulasi

• Memiliki masalah pada tiroid

• Mengalami peradangan dan infeksi pada uretra atau prostat

• Mengalami kerusakan pada saraf karena pernah melakukan operasi atau cedera.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Ejakulasi Dini

Melansir kembali dari Mayo Clinic, berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami ejakulasi dini:

• Mengalami disfungsi ereksi (impotensi), merupakan kondisi penis tidak mampu untuk mencapai atau mempertahankan ereksi meski ada rangsangan seksual

• Tertekan atau memiliki kecemasan berlebihan. Kondisi ini membuat pikiran menjadi tidak tenang/rileks dan tidak fokus ketika berhubungan seksual.

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Menurut laman WebMD, 95 persen pria terbantu oleh teknik yang dapat membantu mengatasi ejakulasi dini. Sejumlah teknik tersebut, di antaranya:

1. Stop and start (berhenti dan mulai)

Lakukan rangsangan pada penis hingga terasa seperti akan mengalami orgasme. Hentikan rangsangannya sekitar 30 detik hingga perasaan terangsang itu menghilang. Kemudian, mulai kembali stimulasi tersebut dan ulangi hingga 3-4 kali sebelum terjadi ejakulasi.

2. Squeeze (perasan)

Teknik ini hampir mirip dengan teknik stop and start. Namun, ketika dirasa akan mencapai orgasme, lakukan peremasan pada kepala penis hingga kehilangan ereksinya. Ulangi teknik ini beberapa kali sebelum terjadi ejakulasi. Teknik ini diyakini cukup membantu sebagai salah satu cara mengatasi ejakulasi dini.

3. Kontrol klimaks dengan kondom

Bagi sejumlah pria, mengenakan kondom dapat menurunkan sensitivitas shingga dapat menunda seseorang untuk mengalami ejakulasi dini. Di pasaran, ada pula kondom pengontrol klimaks yang mungkin dapat menunda orgasme pada pria.

Sejumlah pria meyakini bahwa jika mereka memikirkan hal lain saat bercinta sehingga akan bertahan lebih lama. Namun, jika teknik di atas tidak berhasil, cobalah untuk melakukan tips lain seperti melatih otot dasar panggul.

Otot dasar panggul yang lemah terkadang menjadi faktor risiko meningkatnya ejakulasi dini. Lakukan senam kegel supaya otot dasar panggul menjadi kuat. Kencangkan otot dengan menghentikan aliran urine. Tahan hingga 3 detik lalu lepaskan selama 3 detik. Lakukan ini 10 kali, setidaknya tiga kali sehari.

Baca juga artikel terkait MENGATASI EJAKULASI DINI atau tulisan lainnya dari Yunita Dewi

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Yunita Dewi
Penulis: Yunita Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

Artikel Terkait