Menuju konten utama

Anies Baswedan: Ketimpangan Nasional Masih Jadi Tantangan RI

Anies mengatakan, kesetaraan di semua wilayah menjadi penting untuk mengatasi ketimpangan kota dengan desa dan negara belum memberi atensi.

Anies Baswedan: Ketimpangan Nasional Masih Jadi Tantangan RI
Anies Baswedan secara resmi meluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sekaligus membuka pendaftaran nasional bagi organisasi Gerakan Rakyat. (FOTO/gerakanrakyat.org/Dok. Humas DPP Gerakan Rakyat)

tirto.id - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan, menilai masih terjadinya ketimpangan besar di Indonesia (Republik Indonesa/RI) yang menjadi sulitnya persatuan di tengah masyarakat. Dia pun menyatakan Indonesia yang setara dan berkeadilan harus minim ketimpangan.

"Simpul-simpul dan penggerak-penggerak pertumbuhan, kesejahteraan tidak boleh berkumpul di satu wilayah, harus di seluruh wilayah," kata Anies saat menghadiri Kelas Kader Gerakan Rakyat di Bekasi sebagaimana disiarkan secara daring, Sabtu (17/1/2026).

Dijelaskan Anies, kesetaraan di semua wilayah menjadi penting untuk mengatasi ketimpangan kota dengan desa. Dia mengungkap, akhir-akhir ini persoalan ketimpangan belum menjadi perhatian yang serius oleh pemerintah.

"Hampir semua yang mengelola negeri ini menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi, tapi kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Di mana bedanya berkualitas dan tidak berkualitas? Pertumbuhan yang tidak disertai dengan pemerataan adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut Anies, budaya korupsi juga masih menjadi tugas yang harus dibereskan di Indonesia. Budaya korupsi sendiri, kata dia, berawal dari sistem penggajian yang belum baik, padahal kebutuhan sangat tinggi.

Di sisi lain, kata Anies, terdapat kewenangan dan kesempatan yang menimbulkan abuse of otority. Akhirnya, terjadi korupsi yang masih banyak terjadi di jajaran pemerintah karena kurang layaknya sistem penggajian.

"Yang kedua adalah keserakahan, ini gede-gede. Kebutuhan sudah terpenuhi, karena keserakahan, hukum yang menjerakan. Salah satunya adalah perampasan aset," tutur dia.

Lebih lanjut, Anies mengemukakan, PR Indonesia ke depan itu memang besar, namun tidak berat. Dia pun mendorong Gerakan Rakyat berupaya untuk menyelesaikan persoalan ini dengan strategi-strategi dan kerja ikhlas, serta lapang dada.

Tidak hanya itu, kata Anies, mewujudkan kesejahteraan di masyarakat juga menjadi PR yang penting. Untuk mewujudkannya, Gerakan Rayat ditekankan untuk terus memegang integritas.

"Saya menitipkan pesan PR Indonesia ke depan. Satu kesejahteraan, yang kedua bersama-sama gotong royong, rendah hati, jangkau semua, kirimkan pesan dengan ditopang integritas. Dan semangat kerukunan, semangat gotong royong dipegang bersama," ujar Anies.

Baca juga artikel terkait ANIES BASWEDAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher