tirto.id - Rombongan Amirulhaj Indonesia bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah, mengunjungi pabrik makanan siap saji milik perusahaan asal Arab Saudi, Manaf, di sekitar Kota Makkah. Manaf merupakan mitra BPKH dalam penyediaan konsumsi bagi jemaah haji.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut sejumlah anggota Amirulhaj, antara lain Arif Satria, Muhadjir Effendy, dan Arifatul Choiri Fauzi.
Manaf dijadwalkan memproduksi sekitar 1,2 juta boks makanan untuk jemaah haji Indonesia pada 7, 8, dan 13 Zulhijah 1446 H. Pada hari-hari tersebut, mobilitas transportasi di wilayah Makkah dan sekitarnya terbatas karena bertepatan dengan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Oleh karena itu, makanan siap saji disiapkan sebagai pengganti sementara katering reguler.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau fasilitas produksi sekaligus mencicipi menu yang disiapkan. Beberapa menu di antaranya nasi uduk, ayam opor, dan ayam semur.
Kehadiran makanan siap saji ini dinilai memudahkan jemaah dalam memenuhi kebutuhan konsumsi saat puncak haji.
Anggota Amirulhaj, Arif Satria, melihat peluang kerja sama antara perusahaan penyedia makanan dengan perguruan tinggi di Indonesia.
"Tentu mengingat banyaknya inovasi-inovasi produk pangan hasil penelitian perguruan tinggi yang bisa dihilirisasi. Diharapkan BPKH dapat menggandeng perguruan tinggi untuk mengembangkan program tersebut," ucapnya, Selasa (3/5/2025).
Sementara itu, Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Arfi Hatim, menyampaikan bahwa makanan siap saji akan dibagikan kepada jemaah sebanyak enam kali dalam tiga hari berbeda.
Berikut rincian menu yang disiapkan:
- 7 Zulhijah / Selasa, 3 Juni 2025: Tiga kali makan — pagi: nasi uduk, siang: nasi putih dan semur daging, malam: nasi putih dan semur ayam.
- 8 Zulhijah / Rabu, 4 Juni 2025: Sekali makan — pagi: nasi uduk. Siang dan malam jemaah akan mendapatkan konsumsi di Arafah.
- 13 Zulhijah / Senin, 9 Juni 2025: Dua kali makan — siang: nasi putih dan opor ayam, malam: nasi putih dan rendang ayam.
Hatim menjelaskan bahwa makanan ini dapat langsung dikonsumsi. Namun, untuk hasil yang lebih optimal, nasi disarankan direndam selama 5–10 menit sebelum dimakan. Lauknya bisa disantap tanpa dipanaskan.
"Kami ingatkan bahwa begitu kemasan dibuka, makanan harus segera dikonsumsi. Tidak boleh disisakan untuk dimakan berikutnya. Hal ini demi menjaga kualitas makanan," pungkasnya.
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id




























