Menuju konten utama

Alfamidi Ungkap Penyebab Belasan Gerai Lawson Tutup

Salah penyebabnya tutupnya Lawson karena lokasi tidak strategis sehingga minim pembeli atau pengunjung.

Alfamidi Ungkap Penyebab Belasan Gerai Lawson Tutup
Direktur Keuangan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), Suantopo Po di Kantor Alfa Tower, Alam Sutera, Tangerang Selatan, pada Kamis (22/5/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perusahaan ritel yang mengoperasikan jaringan minimarket Alfamidi atau PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), membeberkan faktor penyebab banyaknya gerai Lawson yang tutup pada Maret lalu. Lawson diketahui telah menutup sebanyak 11 gerainya pada 31 Maret 2025 dan masih terdapat 363 gerai yang beroperasional.

Direktur Keuangan PT Midi Utama Indonesia Tbk, Suantopo Po, mengatakan salah satu menjadi penyebab tutupnya Lawson karena adanya perubahan potensi lingkungan di sekitar gerai. Kadang-kadang, pengembang atau developer salah memperhitungkan rencana awal pembangunan.

“Menurut developer nanti dalam setahun kawasan A dalam setahun tingkat huniannya sekian persen tapi ternyata realisasinya tidak sehingga terpaksa kita tutup gerai tersebut,” kata Suantopo dalam konferensi pers di Kantor Alfa Tower, Alam Sutera, Tangerang Selatan, pada Kamis (22/5/2025).

Dia menyebut, toko-toko yang tutup juga terjadi lantaran lokasinya tidak strategis. Kondisi ini menyebabkan minimnya pembeli atau pengunjung. Selain itum masih banyak faktor lainnya seperti perubahan traffic flow atau arus lalu lintas.

“Bisa jadi terdapat pemilik jalan layang di depan gerai kita, sehingga orang atau konsumen tidak melewati depan gerai kita lagi, itu juga bisa mempengaruhi,” kata Suantopo.

Faktor-faktor di atas tersebut, menjadi alasan bagi toko ritel dalam hal ini Lawson untuk menutup tokonya. Namun, pada dasarnya pihaknya tetap membuka ritelnya apabila operasionalnya tetap berjalan lancar.

“Beberapa faktor itu menyebabkan gerai yang ditutup tersebut menjadi tidak visibel untuk kita lanjutkan operasional, sehingga terpaksa kita tutup. Tapi pada dasarnya adalah, selama analisa gerai-gerai tersebut tidak visibel untuk dilanjutkan operasionalnya, sehingga terpaksa kita tutup,” ujarnya.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten pengelola Alfamart, sebelumnya resmi mengambil alih kepemilikan gerai Lawson dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Mengutip keterbukaan informasi, aksi ini ditandai dengan penandatanganan akta jual beli saham PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS) dari Midi Utama Indonesia pada 14 Mei 202

Dalam akta tersebut, AMRT mengakuisisi 1,48 miliar saham atau sebesar 70 persen, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp135 per lembar saham—setara dengan nilai transaksi sebesar Rp200,45 miliar.

Baca juga artikel terkait PROMO ALFAMIDI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra