tirto.id - Karen’s Diner resmi mengumumkan penutupan cabang terakhir di Inggris pada akhir Juni 2025. Restoran bertema "pelayanan buruk" ini sebelumnya beroperasi di kawasan Islington, London. Sejak dibuka pada 2023, tempat ini dikenal luas karena menyuguhkan pengalaman makan yang penuh hinaan dan cemoohan dari pelayan.
Konsepnya unik, semua staf dilatih untuk bersikap kasar, sarkastik, dan tidak ramah kepada pelanggan. Nama Karen’s Diner sendiri diambil dari istilah internet “Karen”, yang merujuk pada sosok wanita menyebalkan yang suka menuntut.
Kenapa Karen's Diner Tutup Cabang Terkhir di Inggris Juni 2025?
Penutupan Karen’s Diner di Islington, London, bukanlah keputusan mendadak. Franchise asal Australia ini memutuskan menutup cabang terakhirnya di Inggris akibat tekanan biaya operasional yang terus meningkat. Manajemen menyebutkan bahwa lonjakan iuran National Insurance (NI) dan tarif bisnis telah membebani keuangan mereka secara signifikan.
Alhasil, setelah meninjau prospek jangka panjang, pihak pemilik menyimpulkan bahwa mempertahankan restoran permanen sudah tidak lagi layak secara ekonomi.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada manajer restoran dan seluruh timnya atas kerja keras mereka dalam menghadirkan hiburan yang luar biasa malam demi malam. Orang-orang tidak mengerti betapa sulitnya menjalankan restoran dan teater secara bersamaan, terutama dalam kondisi perdagangan yang sangat ketat seperti ini," ujar seorang juru bicara brand Karen's Diner, dilansir dari MyLondon.
Selain itu, persaingan bisnis yang ketat dan perubahan perilaku konsumen pascapandemi ikut berperan dalam keputusan tersebut. Franchise ini akhirnya memutuskan tidak memperpanjang masa sewanya karena dinilai tidak lagi berkelanjutan secara finansial.
Sebagai gantinya, Karen’s Diner akan fokus menjalankan konsep pop-up event di berbagai lokasi di Inggris. Mereka berharap bisa tetap menghadirkan pengalaman makan penuh kekacauan dan hiburan di berbagai kota, tanpa harus menanggung beban biaya sewa jangka panjang. Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya era restoran permanen Karen’s Diner di Inggris.
Perjalanan Karen's Diner yang Sempat Viral dan Akhirnya Tutup
Karen’s Diner pertama kali hadir di Sydney, Australia pada 2021, membawa konsep unik dan kontroversial, yakni pelayanan buruk yang disengaja. Didirikan oleh Aden Levin dan James Farrell, restoran ini mempekerjakan staf yang dilatih untuk bersikap kasar, menyindir, hingga menghina pelanggan sebagai bagian dari hiburan.
Nama “Karen” merujuk pada istilah internet yang menggambarkan sosok wanita paruh baya yang menyebalkan dan merasa paling benar. Konsep ini sempat viral di media sosial, khususnya TikTok, karena banyak pengunjung membagikan interaksi lucu dan tidak biasa dengan staf.
Menu ala diner Amerika tahun 1950-an, seperti burger dan chicken wings, menjadi pelengkap suasana absurd yang ditawarkan. Karen’s Diner kemudian melebarkan sayap ke Inggris, AS, Indonesia, dan Selandia Baru. Namun, popularitasnya juga dibayangi kontroversi, seperti insiden pelecehan verbal oleh staf di cabang Brisbane. Kini, setelah ekspansi besar-besaran, Karen’s Diner mulai mundur dari bisnis restoran permanen.
Penulis: Lita Candra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































