Menuju konten utama

Aksi Hari Al-Quds Bandung: Solidaritas untuk Palestina dan Iran

Aksi Hari Al-Quds Bandung terpusat di Gedung Merdeka. Massa juga bentangkan bendera Israel di jalanan agar tergilas kendaraan.

Aksi Hari Al-Quds Bandung: Solidaritas untuk Palestina dan Iran
Ratusan massa aksi memperingati Hari Al-Quds Internasional di depan Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (13/3). tirto.id/Amad NZ.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ratusan massa dari berbagai organisasi sipil memadati depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional, Jumat (13/3/2026). Aksi yang digelar rutin setiap Jumat terakhir Ramadhan ini tidak hanya menyuarakan kemerdekaan Palestina, tetapi juga memberikan dukungan penuh bagi kedaulatan Iran atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pantauan Tirto di lokasi, massa aksi tampak membawa bendera Palestina. Demonstran juga membawa foto-foto Ayatollah Ali Khamenei, Supreme Leader atau Pemimpin Tertinggi Iran.

Dalam aksinya, massa juga membentangkan bendera Israel, namun bukan di udara. Bendera negara zionis itu dibentang melintang di jalanan depan Gedung Merdeka. Membiarkan lalu lintas kendaraan yang padat di Jalan Asia Afrika menggilas bendera biru putih dengan Bintang Daud.

Peringatan Hari Al-Quds Internasional

Ratusan massa aksi memperingati Hari Al-Quds Internasional di depan Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (13/3). tirto.id/Amad NZ.

Ketua Youth Emphaty & Solidarity (YES) Indonesia, Hilmi, menyebut aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina di seluruh dunia. Aksi rutin ini, telah digelar di Bandung sejak tahun 2015. Sementara di daerah lain, menurutnya telah ada sejak 20 tahun lalu.

Pada aksi tahun ini, kata Hilmi, Aksi Hari Al-Quds Bandung turut menyuarakan solidaritas terhadap Iran. Tindakan ini menyusul penyerangan Israel yang berkongsi dengan AS terhadap Iran.

"Kami menjunjung tinggi yang namanya nilai keadilan. Bahwa terjadi saat ini ketidakadilan yang sangat jelas terpampang, baik di Palestina maupun yang terjadi di Iran," ujar Hilmi.

Menurutnya, Iran adalah negara berdaulat yang sedang melakukan negosiasi, tetapi secara tidak baik, tiba-tiba diserang tanpa alasan yang jelas. Massa solidaritas menilai, AS dan Israel sudah melakukan kezaliman.

"Sehingga kami dengan jelas menyatakan, kami tidak setuju pada kezaliman yang terjadi oleh Zionis Israel dan Amerika, kami mendukung keadilan untuk Palestina dan juga untuk Iran," tegasnya.

Peringatan Hari Al-Quds Internasional

Ratusan massa aksi memperingati Hari Al-Quds Internasional di depan Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (13/3). tirto.id/Amad NZ.

Hilmi bilang, massa aksi yang terlibat ada sekira 500 orang. Angka ini melebihi perkiraan awal penyelenggara kegiatan. Sementara, organisasi yang terlibat diantaranya YES Indonesia, Aliansi Nasional Anti-Zionis, aktivis seni, serta masyarakat sipil.

"Lihat dari kondisi sekarang ini, hampir seribu orang. Dukungan terhadap Palestina saat ini dan kecaman-kecaman terhadap Israel, terutama dukungan terhadap Republik Islam Iran juga semakin besar," sebutnya.

Hilmi juga tidak lupa, mendesak keberpihakan Indonesia terhadap kondisi yang menimpa Palestina dan Iran. Salah satu hal paling krusial, mengundurkan diri atas keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

Peringatan Hari Al-Quds Internasional

Ratusan massa aksi memperingati Hari Al-Quds Internasional di depan Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (13/3). tirto.id/Amad NZ.

Ia menghormati sekali keputusan Indonesia, berkomitmen dengan segala argumen yang memang disampaikan dalam rangka mendukung Palestina. Namun Amerika dan Israel tampak tidak menginginkan perdamaian.

"Dengan menyerangnya mereka kepada Iran, membunuhnya Said Ali Khamenei itu, membuktikan mereka tidak sama sekali menginginkan untuk damai di muka bumi ini. Yang mereka inginkan adalah semua orang tunduk," ujarnya.

Baca juga artikel terkait AKSI SOLIDARITAS atau tulisan lainnya dari Amad NZ

tirto.id - Flash News
Reporter: Amad NZ
Penulis: Amad NZ
Editor: Siti Fatimah