Menuju konten utama

Airlangga: Prabowo Tegaskan Negara di Belakang Pasar Modal

Selain penguatan fundamental, pemerintah juga menaruh perhatian serius pada praktik-praktik yang dinilai merusak integritas pasar.

Airlangga: Prabowo Tegaskan Negara di Belakang Pasar Modal
Pekerja mengangkut kursi di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini ditutup naik 1,18 persen atau 97,41 poin ke 8.329,61 setelah dua hari perdagangan sebelumnya sempat mengalami trading halt. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara akan hadir dan berdiri di belakang sistem keuangan nasional. Pemerintah, kata Airlangga, berkomitmen menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelas dunia.

"Pesan Bapak Presiden untuk pasar modal, pesan beliau saya kutip: kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri tegak di belakang pasar keuangan kita, dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia," kata Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Sabtu (31/1/2026).

Selain penguatan fundamental, pemerintah juga menaruh perhatian serius pada praktik-praktik yang dinilai merusak integritas pasar. Penataan struktural pasar modal dilakukan untuk meningkatkan transparansi, likuiditas, serta kesesuaian dengan standar global.

Langkah tersebut mencakup percepatan reformasi integritas pasar, termasuk pengetatan aturan kepemilikan saham dan peningkatan porsi saham yang dilepas ke publik.

Pemerintah menilai langkah ini penting untuk mencegah distorsi harga dan memperkuat kepercayaan investor.

"Terkait dengan penertiban praktik spekulatif yang merusak pasar, pemerintah tidak mentolerir, sekali lagi pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif share pricing atau saham gorengan manipulatif yang merugikan investor dan merusak kredibilitas dan integritas pasar modal di Indonesia," tegasnya.

Airlangga menekankan bahwa penegakan hukum akan menjadi instrumen utama dalam menjaga kredibilitas pasar modal. BEI bersama aparat penegak hukum disebut akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi.

"Bursa Efek Indonesia bersama aparat penegak hukum akan melakukan tindakan tegas terhadap siapa pun pihak yang bertentangan dengan peraturan bursa, POJK, undang-undang jasa keuangan yang berlaku. Pemerintah akan mendukung penuh proses hukum agar berjalan sesuai dengan aturan,” tutupnya.

Seperti diketahui, terjadi gelombang pengunduran diri massal pejabat tinggi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026). Tak tanggung-tanggung, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar hingga Dirut BEI Iman Rachman kompak meletakkan jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas gejolak pasar modal dalam beberapa hari terakhir.

Selain dua nama itu terdapat tiga pejabat OJK lain yang mengundurkan diri, termasuk Mirza Adityaswara, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Aditya Jayaantono, Deputi Komisioner Pengawas Emiten OJK, dan Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK.

Baca juga artikel terkait BURSA EFEK atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Insider
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Farida Susanty