tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto berujar anggaran program prioritas tak akan ada yang dipangkas kendati pemerintah tengah melakukan antisipasi atas dampak perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Sejumlah program prioritas yang tak akan dipangkas adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.
"Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua berjalan karena itu investasi jangka panjang," ucap Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
"Anggaran program unggulan tidak dipotong, sama sekali enggak ada," lanjut dia.
Airlangga mengatakan pemerintah pusat memangkas anggaran sejumlah program lantaran tak akan memperlebar defisit APBN 2026 hingga melebihi 3 persen. Ini adalah bagian dari antisipasi atas dampak perang antara Iran dan AS-Israel yang masih dinamis.
Jika pun perang berlangsung hingga 5-6 bulan atau diperkirakan hingga September 2026, alokasi APBN 2026 telah ditentukan dan defisit akan dijaga di bawah 3 persen.
"Selama perangnya masih belum mencapai lima bulan, kami masih skenario pemotongan anggaran dan kami masih menggunakan maksimum defisit itu tiga persen," ucap Airlangga.
Hal senada turut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Dia menyatakan bahwa anggaran program MBG tidak terkena pemotongan atau efisiensi anggaran.
Dadan mengaku telah membahas terkait anggaran MBG bersama kementerian/lembaga lain. Hasilnya, anggaran MBG diputuskan tetap seperti sebelumnya.
"Tadi sudah kita bicarakan terkait hal itu. Sementara kita masih belum ada perubahan dan menunggu situasi," ujar Dadan di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































