Menuju konten utama

Ahmad Sahroni Dimutasi dari Jabatan Wakil Komisi III DPR RI

Posisi Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI akan digantikan oleh Rusdi Massa Mappasessu.

Ahmad Sahroni Dimutasi dari Jabatan Wakil Komisi III DPR RI
Anggota DPR RI sekaligus Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni menyampaikan paparan saat konsolidasi di Gedung Akademi Bela Negara NasDem, Jakarta, Minggu (23/6/2024). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.

tirto.id - Fraksi Partai Nasdem di DPR RI memutuskan untuk menggeser jabatan Ahmad Sahroni dari yang semula sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menjadi Anggota Komisi I DPR RI.

Berdasarkan surat pengumuman yang diterima Tirto, keputusan itu berdasarkan hasil dari rapat pimpinan Fraksi Partai Nasdem DPR RI. Posisi Sahroni akan digantikan oleh Rusdi Massa Mappasessu, yang sebelumnya menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI.

“Sesuai Rapat Pimpinan Fraksi Partai Nasdem DPR RI dengan hormat kami sampaikan Pergantian Nama Anggota Komisi Ill dan IV terhitung mulai tanggal 29 Agustus 2025 dari Fraksi Partai NasDem DPR RI,” tulis surat yang ditandatangani Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Viktor Laiskodat, dan Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Ahmad Sahroni.

Diketahui, nama Sahroni mencuat lantaran sikapnya dalam menjawab kritikan masyarakat terkait nominal jumlah gaji anggota DPR RI. Masyarakat juga sampai mendesak agar sebaiknya DPR dibubarkan saja.

Pernyataan Sahroni dalam menanggapi aspirasi publik itu pun dinilai tidak pantas, terutama sebagai pejabat publik. Sahroni menyatakan masyarakat punya hak melakukan kritik terhadap DPR. Namun, ia menyatakan bahwa orang-orang yang mengkritisi agar DPR dibubarkan adalah ‘orang tolol sedunia’.

“Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia,” ucap Sahroni Ketika tengah melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).

Di kesempatan selanjutnya, Sahroni juga menyatakan bahwa pada Kamis (28/8/2025) atau bertepatan dengan agenda demo buruh di depan gedung DPR, para anggota dewan diminta bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sahroni menjelaskan, mereka tidak ingin ada orang-orang di DPR yang kesusahan pergi dari 'rumah rakyat' tersebut.

“Karena, kan, kami enggak mau gini, ada hal-hal mungkin orang sudah masuk, susah keluar kayak kemarin. Pulang ribet, ke mana-mana susah. Makanya diimbau untuk WFH," ujar dia.

Baca juga artikel terkait DPR atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Abdul Aziz