Menuju konten utama

Ahmad Ali Bantah Pelapor JK terkait Ceramah di UGM Kader PSI

Ahmad Ali mengklaim diminta Jusuf Kalla menjadi fasilitator pertemuan dengan Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat.

Ahmad Ali Bantah Pelapor JK terkait Ceramah di UGM Kader PSI
Ketua Harian PSI Ahmad Ali saat diwawancarai setelah bertemu dengan Joko Widodo di Kediaman Sumber Solo, Kamis (16/6/2026). Tirto.id/RomensyAugustino
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menegaskan partainya tidak memiliki keterkaitan dengan pelaporan terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.

Hal itu disampaikan Ahmad Ali bertemu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (16/4/2026).

Usai pertemuan, Ahmad Ali menegaskan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, bukan kader PSI.

“PSI tidak punya urusan dengan pelaporan terhadap Pak Jusuf Kalla. Itu bukan kader PSI yang melakukan pelaporan,” ujar Ahmad Ali.

Ia menjelaskan, Sahat Martin Philip Sinurat yang melaporkan JK ke Polda Metro Jaya pada Minggu (12/4/2026), bertindak atas nama organisasi lain yang dipimpinnya, yakni GAMKI, bukan sebagai representasi PSI.

Pelaporan terhadap Jusuf Kalla bermula dari pernyataan JK yang dinilai sejumlah pihak menyinggung ajaran agama tertentu. Pernyataan tersebut kemudian menuai respons dari sejumlah organisasi masyarakat, termasuk GAMKI.

Sahat Martin Philip Sinurat melaporkan JK dengan dugaan pelanggaran terkait ujaran yang dianggap menimbulkan polemik di ruang publik. Laporan tersebut didaftarkan ke Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam kelompok masyarakat sipil disebut turut mendukung langkah tersebut sebagai bentuk keberatan atas pernyataan JK. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait perkembangan lebih lanjut dari laporan itu.

Menurut Ahmad Ali, langkah pelaporan tersebut merupakan hak setiap individu maupun organisasi yang dijamin oleh undang-undang. Namun demikian, ia menilai polemik yang muncul sebaiknya tidak terus diperpanjang.

“Kalau itu hanya kesalahpahaman, sebaiknya diluruskan. Kalau ada pihak yang keliru, bisa saling meminta maaf. Jangan sampai energi bangsa terkuras untuk hal-hal seperti ini,” katanya.

Ahmad Ali juga mengungkapkan bahwa dirinya telah dihubungi langsung oleh JK untuk membahas persoalan tersebut. Ia berencana memfasilitasi pertemuan guna meredakan ketegangan yang terjadi.

“InsyaAllah dalam waktu dekat kami akan melakukan pertemuan, memediasi agar persoalan ini bisa selesai,” ujarnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ahmad Ali menyebut dirinya memiliki kedekatan struktural dengan JK yang menjabat sebagai Ketua Umum DMI. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya membedakan antara posisi pribadi dan kelembagaan.

Di sisi lain, ia juga meminta publik dan media tidak terburu-buru mengaitkan tindakan individu dengan sikap resmi partai.

“Jangan mudah men-judge dan menghubung-hubungkan. GAMKI punya sikap sendiri, PSI juga punya sikap sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, reaksi GAMKI terhadap pernyataan JK merupakan bentuk pembelaan terhadap keyakinan yang mereka anut, sehingga perlu dipahami dalam konteks organisasi tersebut.

Sebagai langkah penyelesaian, Ahmad Ali menyatakan akan berkomunikasi langsung dengan Sahat maupun JK guna mencari titik temu.

“Sahat itu adik saya, Pak JK itu seperti kakak saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertemukan mereka agar keriuhan ini bisa segera selesai,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait JUSUF KALLA atau tulisan lainnya dari Romensy Augustino

tirto.id - Flash News
Kontributor: Romensy Augustino
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Bayu Septianto