tirto.id - Pihak Jusuf Kalla (JK) mensinyalir adanya agenda tersembunyi di balik pelaporan dugaan penistaan agama yang dilayangkan GAMKI. Juru Bicara JK, Husain Abdullah, menilai laporan tersebut berpeluang menjadi upaya pembungkaman terhadap JK yang belakangan vokal menyarankan agar Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, segera menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik di publik.
"Memang menarik mencermati fenomena munculnya serangan sosmed terhadap Pak JK pascapelaporan terkait kasus ijazah Jokowi. Apakah serangan bertubi tubi itu upaya untuk membungkam Pak JK bisa saja benar," kata Husain saat dikonfirmasi reporter Tirto, Selasa (14/4/2026).
Dia mengakui di media sosial banyak disebutkan bahwa pelaporan berpeluang karena keluarnya saran JK yang meminta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya agar persoalan segera selesai.
"Tetapi untuk membungkam Pak JK dengan pemutar balikan fakta dan mencari cari kesalahan yang sebenarnya tidak ada, bukan tanpa resiko balik. Buktinya saat ini, tanpa diminta justru banyak yang membela Pak JK," ujar dia.
Menurut Husain, dalam kasus ini sudah ada kalangan tokoh umat kristiani yang telah menemuinya. Pertemuan ini pun tentunya sudah dikoordinasikan para tokoh agama itu ke kalangan bawahnya.
Lebih lanjut Husain mengungkap, para tokoh agama itu meyakini niat baik dan ketulusan JK. Para tokoh agama itu pun banyak yang memberi pandangan positif dan mendukung JK.
Di sisi lain, dia menyatakan pihak pelapor sendiri belum ada komunikasi dengan JK. Dari sisi JK pun, kata Husain, menilai bahwa dialog memang lebih bermartabat.
"Karena hal dilaporkan tdk jelas pelanggarannya di mana. Harusnya yg dilapor adalah yg memotong video lalu mempostingnya dengan narasi menyesatkan. Itulah biang kerok sebenarnya yang harus dilaporkan. Dialah otak pengadu domba," ungkap Husain.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





























