Menuju konten utama

Klarifikasi Jubir JK soal Ceramah di UGM yang Dilaporkan GAMKI

Husain Abdullah tegaskan pesan dalam ceramah JK di UGM terkait dengan perdamaian konflik SARA.

Klarifikasi Jubir JK soal Ceramah di UGM yang Dilaporkan GAMKI
Gamki dan Pemuda Katolik dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan melaporkan JK ke Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026) malam. tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, memberikan klarifikasi terkait isi ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung laporan polisi oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Husain menegaskan, ceramah JK merupakan penjelasan mengenai realitas sosiologis saat konflik Poso dan Ambon guna meluruskan kekeliruan pihak yang bertikai, bukan bermaksud menistakan agama.

"Inti pesan yang disampaikan Pak JK saat ceramah di UGM (5/3/2026) adalah semacam pembelajaran bagaimana mendamaikan dua pihak yang bertikai," kata Husain saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/4/2026).

Husain bilang, JK mengungkapkan pendapat warga yang bertikai pada saat kerusuhan Poso dan Ambon atau realitas sosiologis saat terjadi konflik. Dia pun memastikan bahwa pernyataan itu bukan pendapat pribadi JK.

Disampaikan Husain, apa yang dinyatakan JK adalah realitasnya saat itu yang melibatkan dua pihak berkonflik, yakni kelompok Islam dan Kristen. Kedua kelompok itu, menggunakan jargon agama untuk saling membunuh. Kerusuhan itu bahkan memakan korban jiwa hingga 2.000 orang di Poso dan 5.000 orang meninggal di Ambon.

"Pemahaman mereka atau mereka beranggapan, baik yang Islam maupun yang Kristen jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga. Karena itu konflik Poso dan Ambon disebut konflik bernuansa SARA yang sulit dihentikan," ungkap Husain.

Ditambahkan Husain, JK hanya memberikan pemahaman kelompok yang bertikai ini harus diluruskan. Sebab, keduanya telah melakukan kekeliruan menyimpang dari ajaran agama.

"Maka Pak JK mengatakan anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh bukan masuk surga. Karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk bertindak demikian," tutur dia.

Sebagai informasi, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan melaporkan JK ke Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026) malam. Laporan diterima dengan nomor STTLP II/2546/IV2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma mengatakan, pelaporan dilayangkan setelah mereka menilai pernyataan JK dalam sebuah ceramah menimbulkan keresahan dan polemik di tengah masyarakat, khususnya di media sosial. Dia menegaskan, ajaran Kristen dan Katolik tidak mengenal kekerasan, apalagi pembunuhan terhadap sesama manusia, dan berharap persoalan itu segera ditangani agar situasi tidak makin meluas.

“Jadi kami melaporkan malam ini supaya suasana segera terkontrol dan tidak meluas. Harapan kami, sebagai tokoh bangsa, Bapak JK segera merespons ini dengan baik, paling tidak memberikan pernyataan terbuka, meminta maaf, dan kemudian mengklarifikasi semuanya," ucap Asat.

Baca juga artikel terkait KONFLIK SARA atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah