Menuju konten utama

Adidas Pakai Eks Tentara Israel untuk Promosi Sepatu Single Shoe

Adidas Israel menuai kritik setelah menampilkan eks tentara Israel Shalev Biton dalam kampanye Single Shoe Service untuk penyandang disabilitas.

Adidas Pakai Eks Tentara Israel untuk Promosi Sepatu Single Shoe
Gedung Perusahaan Adidas. FOTO/iStock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Adidas menuai kontroversi setelah menampilkan Shalev Biton, seorang mantan tentara Israel (IDF) yang kehilangan salah satu kakinya, dalam kampanye layanan “Single Shoe Service”. Kampanye tersebut kemudian memicu kritik karena latar belakang Biton dan keterkaitannya dengan operasi militer di Gaza.

Program yang diluncurkan Adidas Israel tersebut memungkinkan pelanggan yang hanya membutuhkan satu sepatu, termasuk penyandang disabilitas, membeli satu sepatu dengan harga sekitar setengah dari harga sepasang.

Adidas Israel menampilkan Shalev Biton, seorang mantan tentara Israel yang kehilangan salah satu kakinya, dalam kampanye layanan “Single Shoe Service”.

Kampanye tersebut memungkinkan pelanggan yang hanya membutuhkan satu sepatu, termasuk orang yang mengalami amputasi, untuk membeli satu sepatu dengan harga sekitar 50 persen dari harga sepasang.

Dalam unggahannya di akun Instagram @shalev_biton123, Biton menceritakan bahwa sejak mulai berlari, ia selalu harus membeli sepasang sepatu meskipun hanya dapat menggunakan satu sepatu.

Ia menggambarkan kampanye Adidas tersebut sebagai bentuk penyesuaian dunia terhadap kebutuhan penyandang disabilitas, dan menyebut peluncuran kampanye itu sebagai terwujudnya impian yang telah lama ia punyai.

Biton juga mengunggah foto dan pesan mengenai peluncuran kampanye tersebut, dengan menekankan bahwa persoalan membeli satu sepatu mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi orang yang kehilangan anggota tubuh.

“Mungkin terdengar kecil, tapi bagi saya, itu jauh lebih dari sekadar sepatu. Itu adalah keinginan bahwa dunia yang kita tinggali kadang-kadang tahu bagaimana untuk menyesuaikan diri dengan kita, dan bukan selalu bahwa kita perlu menyesuaikan diri dengan itu,” tulisnya.

Kisah Biton dan Adidas ini juga diangkat di laman Facebook Israel in New York. Dalam postingannya, akun tersebut menggambarkan kampanye Adidas Israel tersebut adalah ketangguhan dan kemampuan mengubah pengalaman kehilangan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

“Shalev Biton kehilangan kaki kirinya setelah terluka parah saat membela Israel di Gaza,” tulis akun tersebut.

Kampanye Adidas Menuai Kritik

Kampanye itu mendapat sorotan dan kritik dari sejumlah pihak karena latar belakang Biton sebagai seorang tentara Israel. Al Jazeera English pada Kamis (3/9/2026) di akun IG nya menyebut Biton sebagai tentara Israel yang turut ambil bagian dalam perang genosida Israel di Gaza.

Tak hanya Al Jazeera English, TRT World di IG nya pada 4 September melaporkan bahwa Biton kehilangan satu kakinya ketika terlibat dalam serangan Israel ke Gaza pada 2021 dan menyebut kemunculannya dalam kampanye Adidas memicu kritik keras.

Para warganet pun membanjiri kolom komentar di unggahan Al Jazeera English dan TRT World tersebut dengan ajakan untuk boikot Adidas.

“Saya mempunyai adidas di keranjang wishlist saya, sekarang saya membatalkannya betapapun saya menginginkannya,” tulis akun @orb_78.

“Mereka tunduk pada Zionis dan memecat Bella Hadid, dan sekarang telah mempekerjakan seorang tentara IDF. Adidas, tidak akan pernah lagi,” komentar akun @octobercomingfire.

Biton sendiri memilih untuk tidak mengaktifkan fitur komentar pada unggahan Instagramnya tentang kampanye “Single Shoe” Adidas.

Hingga berita ini dibuat, Adidas belum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut untuk merespons isu ini.

Baca juga artikel terkait ADIDAS atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra