Menuju konten utama

Kronologi Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali & Balasannya

Tiga pria Israel yang diduga bekerja untuk IDF diusir saat masuk ke gym di Gianyar, Bali. Video pengusiran itu viral di media sosial. Ini kronologinya.

Kronologi Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali & Balasannya
Pria asal Israel diusir dari sebuah gym di Bali. instagram/chrisgiacobbecomedy
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tiga orang pria Israel viral usai diusir dari sebuah pusat kebugaran (gym) di Bali. Ketiganya disebut personel IDF dan telah berlaku kasar kepada staf pusat kebugaran tersebut. Berikut kronologi yang beredar.

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Di sana, warga Israel tersebut dilaporkan telah diusir dari salah satu pusat kebugaran bernama Ayenda.

Peristiwa ini viral di internet usai pemilik gym Ayenda, seorang warga negara asing (WNA) bernama Samir, membagikan kisahnya melalui sebuah unggahan video di akun Instagramnya. Video itu lalu beredar luas di internet dan menjadi viral di antara warganet.

Dalam video, Samir menyebut tempat usahanya sempat mendapatkan balasan berupa ulasan negatif di Google Review imbas peristiwa pengusiran. Banyak akun dengan nama orang Israel memberi nilai buruk pada tempat usahanya, sembari menuduh Samir telah mendiskriminasi umat Yahudi.

“Mereka memberikan ulasan bintang 1 di Google Review,” kata Samir.

Padahal, dalam pengakuannya, Samir sama sekali tak menyinggung agama Yahudi ketika mengusir tiga warga Israel. Samir juga mengatakan bahwa tindakannya mengusir tiga warga Israel didasarkan pada perilaku mereka yang buruk dan bukan karena agama mereka.

“Itulah yang selalu mereka coba lakukan, dengan membingkainya seolah ini urusan diskriminasi agama tertentu, membingkainya sebagai antisemitisme. Tapi untungnya kami merekam semuanya,” kata Samir dalam keterangannya.

Kronologi Pengusiran Tiga Pria Israel di Gym Ayenda

Berdasarkan keterangan Samir, kronologi peristiwa pengusiran tiga pria Israel di gym Ayenda di Bali itu bermula pada sebuah hari. Saat itu, ketiga pria Israel datang ke pusat kebugaran milik Samir.

Akan tetapi, salah satu dari ketiga orang Israel tersebut disebut Samir telah berperilaku sangat kasar kepada stafnya. Samir menjelaskan, staf tersebut adalah seorang pekerja lokal.

“Ketika saya bertanya kepada staf tentang hal itu, dia menceritakan apa yang terjadi dan saya sendiri yang kemudian menghadapi warga Israel itu,” kata Samir.

Samir kemudian mendatangi ketiga orang Israel. Ia semula bertanya dari mana asal merka, lalu dijawab bahwa ketiganya orang Israel.

Hal itu kemudian membuat Samir segera mengusir mereka. Menurut Samir, pengusiran itu dipicu oleh perilaku kasar. Namun, begitu mengetahui bahwa ketiganya adalah warga Israel, Samir memilih untuk mengusir mereka.

“Saya bilang, ‘Kami tidak melayani orang Israel, kami tak melayani tentara IDF',” kata Samir.

Samir juga menyebut telah menjelaskan perihal perlakuan kasar para warga Israel terhadap staf gym. Menurutnya, ia telah menjelaskan bahwa tindakan tiga orang Israel itu telah merendahkan stafnya dan karenanya mereka tidak diperkenankan masuk ke gym.

Saat itulah, kata Samir, perdebatan terjadi. Ia mulai mengusir mereka secara terang-terangan.

Dalam dokumentasi yang dibagikan Samir, pemilik gym memang tampak terlibat perdebatan. Ketiga orang Israel tampak sempat berkelit tentang statusnya sebagai warga Israel ketika diusir.

“Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh para bayi, saya tak mau berdiskusi dengan kalian,” kata Samir kepada orang Israel tersebut.

Seorang warga Israel yang dipermasalahkan sempat berusaha berkelit. Ia menyebut bahwa tugas di IDF adalah wajib militer yang berlaku secara paksa.

“Itu wajib,” kata seorang warga Israel tentang tugasnya di IDF.

Samir juga tampak menyebut keberadaan warga Israel di Indonesia sebenarnya bermasalah. Karenanya, mereka seharusnya dapat menerima pengusiran dengan legawa karena Samir tak memanggil polisi.

“Kalian bahkan tidak diizinkan berada di negara ini,” kata Samir.

Ketika dijelaskan hal semacam itu, para warga Israel itu lalu menjawab bahwa mereka telah “membayar lebih mahal” untuk bisa mendapat visa di Indonesia. Namun, mereka tak merinci apa maksud hal tersebut.

“Kami cuma bayar sedikit lebih mahal untuk visanya,” kata warga Israel di Bali tersebut.

Baca juga artikel terkait ISRAEL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar