tirto.id - PT Adhi Karya (Persero) Tbk tengah mengkaji berbagai skema pendanaan di luar APBN untuk merealisasikan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek tahap kedua yang akan disambungkan hingga Bogor.
Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan pembiayaan proyek strategis tersebut.
Ia bilang bahwa pihaknya bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) aktif mencari sumber pembiayaan di luar dari kantong pemerintah.
"Kami sedang mendiskusikan bagaimana solusi pendanaan untuk tahap kedua ini, dengan melibatkan lebih banyak dana di luar pemerintah untuk bekerja sama dengan KAI," kata Entus dalam acara Public Expose secara daring, Senin (8/9/2025).
Dia menjelaskan, perpanjangan jalur LRT ini sudah diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 98/2015, sehingga proyek ini harus dilanjutkan sesuai rencana.
Adapun, pembangunan moda transportasi berbasis rel ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama mencakup panjang 44 kilometer dan telah beroperasi sejak 2023.
Pada tahapan pertama ini, untuk LRT Jakarta melayani rute dari Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) ke Velodrome (Rawamangun).
Sementara itu, LRT Jabodebek memiliki dua jalur utama, yaitu Jalur Cibubur yang membentang dari Dukuh Atas ke Harjamukti dan Jalur Bekasi yang melayani rute dari Dukuh Atas ke Jatimulya.
“Untuk tahap pertama sepanjang 44 kilometer sudah kita bangun dan saat ini sudah beroperasi. Pembayaran tahap ini juga sudah diselesaikan,” ujarnya.
Sedangkan, untuk pembangunan lintasan LRT tahap kedua, masih dalam tahap kajian penghitungan mekanisme pendanaan dari rencana 23 kilometer.
Nilai investasi untuk tahap kedua diproyeksikan lebih rendah dibanding tahap pertama yang menelan biaya kontrak Rp25,5 triliun. Untuk lebih menekan anggaran, desain jalur tahap dua akan berbeda.
Seluruh rute dari Cibubur hingga Bogor akan dibangun di atas permukaan tanah (elevated). Konsep ini diyakini dapat memotong biaya investasi hingga 50 persen.
Dalam pengembangannya, akan dibangun empat stasiun baru, yaitu Stasiun Cibinong, Stasiun Sirkuit Sentul, Stasiun Sentul City, serta Stasiun Baranangsiang.
“LRT Jabodetabek menjadi simbol transformasi transportasi publik modern berbasis rel di Indonesia. Dan ini menjadikan LRT sebagai salah satu legasi Adhi Karya,” tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































