tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan gangguan layanan telekomunikasi sehubungan dengan telah terjadinya bencana banjir di Provinsi Aceh pada Rabu (26/11/2025). Sebanyak 799 site mati imbas banjir yang terjadi di provinsi tersebut.
Komdigi menyebut, Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) telah berkoordinasi dengan operator seluler terkait kemungkinan terjadinya gangguan layanan telekomunikasi pada lokasi tersebut.
“Berdasarkan data sebaran infrastruktur PMT bahwa pada wilayah tersebut terdapat infrastruktur telekomunikasi milik PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.,” sebut Komdigi dalam rilisnya, Kamis (27/11/2025).
“Gangguan layanan telekomunikasi yang disebabkan oleh banjir telah berdampak pada matinya 799 site atau sekitar 1,42 % dari total 34.660 site eksisting di Provinsi Aceh,” lanjutnya.
Selain itu, Komdigi juga melakukan pemantauan kualitas layanan telekomunikasi di Provinsi Sumatera Barat dan bekerja sama dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh dan pemerintah daerah.
Tercatat, gangguan layanan telekomunikasi di Sumbar disebabkan oleh banjir yang berdampak pada matinya 16 site atau 0.12% dari total 12.865 site eksisting.
Site yang terdampak dan mengalami gangguan (down) disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN dan gangguan transmisi. Operator seluler sedang berupaya untuk memulihkan site yang terdampak akibat terputusnya aliran listrik dari PLN dengan menggunakan genset sebagai catu daya alternatif sampai aliran listrik kembali normal.
“Namun, masih terkendala oleh akses jalan yang masih terkena dampak banjir sehingga menghambat mobilisasi genset ke lokasi. Operator seluler juga telah berupaya untuk memulihkan site yang down akibat gangguan transmisi dengan melakukan routing ke beberapa titik yang masih dapat terlayani dan saat ini masih dilakukan verifikasi untuk pengecekan lebih lanjut,” tulis Komdigi.
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id





























