Menuju konten utama
Mozaik

30 Tahun Memburu Pembunuh Tupac Shakur

Tiga puluh tahun setelah Tupac Shakur tewas ditembak, Duane "Keffe D" Davis dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama.

30 Tahun Memburu Pembunuh Tupac Shakur
Ilustrasi Mozaik Tupac Shakur. tirto.id/Nauval
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Malam 7 September 1996, ribuan orang memadati MGM Grand Las Vegas untuk menyaksikan Mike Tyson menghadapi Bruce Seldon dalam pertarungan kelas berat. Tyson menang kurang dari dua menit.

Seusai pertandingan, Tupac Shakur, Marion "Suge" Knight, dan rombongan Death Row Records terlibat keributan dengan Orlando Anderson, anggota South Side Compton Crips. Kamera pengawas MGM Grand merekam pengeroyokan itu di area kasino. Tupac dan beberapa orang dari rombongannya terlihat memukuli Anderson.

Beberapa jam setelah perkelahian itu, Tupac dan Knight meninggalkan MGM Grand. Mereka menuju Club 662 dengan BMW hitam yang dikendarai Knight. Di belakangnya, beberapa kendaraan mengikuti.

Lalu lintas di Las Vegas Boulevard padat. Leonard Jefferson sedang mengemudi ketika ia menelepon California Pizza Kitchen untuk membatalkan pesanan makanannya. Dari dalam mobil, ia melihat sebuah BMW hitam berhenti di lampu merah. Ia mengenali peleknya, lalu menoleh.

"Hei, ke mana kalian akan pergi?" tanya Jefferson.

"Kami akan pergi ke klub," jawab Tupac. "Kamu harus ikut kami."

Jefferson pernah berinteraksi dengan Tupac melalui pekerjaannya sebagai penjual mobil di Los Angeles.

Ia lalu mengambil kamera 35 milimeter dan meminta izin memotret. Tupac menatap kamera.

Lampu berubah hijau. Jefferson membiarkan beberapa kendaraan lewat sebelum mengikuti BMW Tupac. Tak lama kemudian, ketika rombongan memasuki kawasan Flamingo Road, suara letusan tiba-tiba terdengar.

"Pow, pow, pow, pow."

Empat tembakan mengenai tubuh Tupac. Knight mengalami luka di kepala.

Jefferson merunduk. Ia melihat orang-orang berlari menuju BMW. Polisi berdatangan dan mulai mencari mobil Cadillac putih yang meninggalkan lokasi.

Perkelahian yang Berujung Kematian

Compton, California, pada pertengahan 1990-an merupakan wilayah konflik antara South Side Compton Crips dan Mob Piru Bloods. Perseteruan itu tidak hanya berlangsung di jalanan, tetapi juga merembet ke lingkungan Death Row Records, label rekaman yang didirikan Marion "Suge" Knight. Knight memiliki kedekatan dengan Mob Piru dan merekrut sejumlah anggotanya untuk menjaga keamanan label dan para artisnya.

Saat itu, Tupac Shakur merupakan salah satu rapper terbesar di Amerika Serikat. Musiknya banyak berbicara tentang kemiskinan, kekerasan, rasisme, dan kehidupan jalanan, sementara kehidupannya sendiri kerap bersinggungan dengan konflik di luar panggung. Ia bergabung dengan Death Row Records pada 1995 dan segera menjadi bintang terbesar label tersebut.

Di pihak berseberangan terdapat Duane "Keffe D" Davis, tokoh South Side Compton Crips dan paman Orlando Anderson.

Menurut teori yang kemudian dibangun penyidik, persoalan bermula dari sebuah kalung Death Row. Beberapa minggu sebelum penembakan, keponakan Davis, Orlando Anderson, terlibat perkelahian dengan Travon Lane, anggota Mob Piru, di Lakewood Mall. Anderson disebut merampas kalung milik Lane.

Perseteruan itu kemudian disebut sebagai salah satu pemicu konflik yang berujung pada penembakan Tupac.

Tupac Shakur

1994 - New York, New York, AS - Tupac Shakur mengenakan perhiasan emas dan sweter merah—warna khas geng 'Bloods' asal Georgia. (Credit Image: © John Barrett/ZUMA Wire)

Teori jaksa dalam persidangan 2026 menyebut penembakan itu sebagai aksi balasan atas pengeroyokan terhadap Anderson. Namun, hubungan antara kedua peristiwa tersebut tidak langsung diterima polisi. Empat hari setelah penembakan, Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas (LVMPD) mengatakan mereka belum memiliki alasan untuk mengaitkan perkelahian di MGM dengan penembakan.

Penyelidikan kemudian mulai mengarah kepada orang-orang dari Compton. Dalam persidangan 2026, mantan detektif pembunuhan LVMPD Brent Becker bersaksi bahwa informan rahasia mengidentifikasi orang-orang yang diduga berada di dalam Cadillac, termasuk Anderson dan Davis. Namun, menurut Becker, informasi tersebut tidak cukup untuk membawa siapa pun ke pengadilan. Tidak ada saksi hidup yang bersedia memberikan identifikasi secara resmi.

Tersangka yang Tak Pernah Diadili

Setelah 1996, penyelidikan pembunuhan Tupac kehilangan momentum. Bukan karena polisi berhenti bekerja. Mereka menerima ribuan tip dan mewawancarai ratusan orang, tetapi sejumlah petunjuk penting tidak pernah berkembang menjadi bukti untuk dibawa ke pengadilan.

Salah satu persoalannya adalah keengganan saksi bekerja sama. Sebagian enggan bicara karena pada malam penembakan justru diperlakukan seperti tersangka, termasuk diperintahkan keluar dari kendaraan dengan todongan senjata.

Yafeu "Kadafi" Fula, anggota Outlawz yang berada di mobil di belakang BMW Tupac mengatakan kepada polisi mungkin dapat mengenali salah satu pelaku, terutama pengemudi Cadillac.

"Bagaimana polisi mengharapkan para saksi membantu mereka menyelesaikan pembunuhan ketika mereka memperlakukan para saksi seolah-olah mereka adalah penjahatnya?" kata ibu Fula kepada Los Angeles Times, Februari 1997.

Polisi lalu menyiapkan foto-foto sejumlah tersangka, tetapi pertemuan untuk menunjukkan foto itu tidak pernah terjadi. Fula tewas ditembak di New Jersey pada November 1996. Polisi tidak mengaitkan kematiannya dengan pembunuhan Tupac.

Dua saksi lain yang berada di mobil tepat di belakang Tupac juga mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa mereka melihat para penyerang. Mereka mengaku belum pernah diminta polisi untuk melihat foto tersangka.

Anderson sempat ditangkap dalam operasi kepolisian di Compton pada Oktober 1996, tetapi bukan karena pembunuhan Tupac. Ia kemudian dibebaskan. Dalam kasus Tupac, polisi Las Vegas hanya sempat mewawancarainya sekali.

Pada Mei 1998, Anderson tewas dalam baku tembak di sebuah tempat cuci mobil di Compton. Polisi menyatakan kematiannya tidak berkaitan dengan pembunuhan Tupac. Ia tidak pernah menghadapi pengadilan atas kasus tersebut.

Pada 2002, rangkaian kegagalan itu kembali menjadi perhatian setelah Chuck Philips menulis dua laporan investigasi untuk Los Angeles Times. Philips menemukan sejumlah petunjuk yang tidak ditindaklanjuti dan memperlihatkan bagaimana perbedaan informasi antara kepolisian Las Vegas dan Compton ikut menghambat penyelidikan. LVMPD membantah tuduhan bahwa mereka mengabaikan kasus tersebut dan mengatakan mereka menghadapi masalah klasik dalam pembunuhan yang melibatkan geng: saksi tidak mau bicara.

Di antara nama-nama yang sejak awal muncul dalam penyelidikan itu ada seorang pria yang masih hidup: Duane "Keffe D" Davis. Ironisnya, jalan yang mengarah kepadanya itu kemudian terbuka bukan dari penyelidikan Tupac, tetapi dari kasus pembunuhan rapper lain.

Ketika Cerita Menjadi Bukti

Enam bulan setelah Tupac tewas, Christopher Wallace alias The Notorious BIG ditembak mati di Los Angeles. Penyelidikan terhadap Wallace kemudian mempertemukan aparat dengan sejumlah nama yang juga muncul dalam jaringan konflik Tupac, salah satunya Duane Davis.

Daryn Dupree, detektif LAPD yang tergabung dalam gugus tugas kasus Wallace, bersaksi pada persidangan 2026 bahwa penyidik mendatangi Davis pada 2008. Mereka saat itu tidak sedang menyelidiki pembunuhan Tupac. Mereka mencoba memperoleh informasi tentang kasus Wallace sekaligus menggunakan dugaan keterlibatan Davis dalam perdagangan narkotika sebagai tekanan agar ia mau bekerja sama.

Davis membantah terlibat dalam pembunuhan Wallace. Lalu, menurut kesaksian Dupree, ia mengatakan sesuatu yang mengubah arah penyelidikan, "Kami mengerjakan yang lainnya."

Bagi Dupree, "yang lain" itu adalah Tupac.

Tupac Shakur

Tupac Shakur. instagram/2pac

Dalam wawancara itu, Davis menempatkan dirinya di kursi penumpang depan Cadillac putih pada malam 7 September 1996. Ia mengatakan Orlando Anderson, Deandrae Smith, dan Terrence Brown berada bersamanya di dalam mobil. Ia juga mengaku memperoleh pistol Glock kaliber .40 dan menyerahkannya kepada penumpang di belakang sebelum Cadillac mendekati BMW Tupac. Associated Press merekonstruksi bahwa Cadillac menarik sejajar dengan BMW sekitar pukul 23.15.

Cerita itu tidak langsung membawa Davis ke pengadilan. Setahun kemudian, Detektif LVMPD Dan Long kembali mewawancarainya. Davis tetap memberikan versi yang menempatkan dirinya di dalam Cadillac, meski detail ceritanya tidak selalu sama dengan wawancara sebelumnya.

Kasus itu tetap mandek hingga Davis mulai menceritakan keterlibatannya kepada publik.

Pada Juli 2017, Davis diwawancarai untuk serial dokumenter Death Row Chronicles. Ia berbicara panjang tentang malam kematian Tupac dan tetap menolak menyebut siapa yang menarik pelatuk.

Ketika ditanya siapa penembaknya, Davis menjawab, "Itu berasal dari kursi belakang, bro."

Dua tahun kemudian, cerita itu masuk ke dalam buku Compton Street Legend, memoar yang ditulis Davis bersama Yusuf Jah. Buku tersebut kemudian menjadi salah satu materi yang digunakan jaksa dalam persidangan.

Di sinilah cerita Davis mulai berubah menjadi bukti. Bertahun-tahun ia bisa mengatakan bahwa semua itu hanya bualan, wawancara, atau cerita jalanan. Tetapi sebagian pernyataannya telah direkam, ditulis, dan diserahkan kepada publik.

Pada Juli 2023, polisi Las Vegas menggeledah rumah istri Davis di Henderson. Mereka menemukan sejumlah barang yang berkaitan dengan kasus, termasuk salinan Compton Street Legend, majalah Vibe edisi 1996, serta kliping pemberitaan tentang kematian Tupac. Dua bulan kemudian, Davis ditangkap dan didakwa atas pembunuhan tingkat pertama.

Dari balik tahanan, Davis kemudian mengubah ceritanya. Dalam wawancara dengan ABC pada 2025, ia menyatakan dirinya tidak bersalah. Ia mengatakan berada di Los Angeles pada malam Tupac ditembak, bukan di Las Vegas. Ia juga mengatakan bahwa sebagian cerita dalam memoarnya ditulis orang lain dan bahwa dirinya tidak pernah membaca buku tersebut secara utuh.

Namun jaksa kini memiliki rekaman dari beberapa periode berbeda: wawancara 2008, pemeriksaan polisi pada 2009, wawancara dokumenter 2017, serta buku 2019. Persidangan dimulai pada 17 Agustus 2026 di hadapan Hakim Carli Kierny. Jaksa Binu Palal dan Marc DiGiacomo membangun perkara mereka terutama dari pernyataan Davis sendiri, ditambah kesaksian orang-orang yang mengetahui konflik antara kedua kelompok.

"Inti ceritanya tetap sama. Dia marah atas insiden pemukulan terhadap keponakannya, Orlando Anderson. Dia berada di Las Vegas dan mengambil senjata api itu," tutur Palal.

Pembela Michael Sanft menyerang penyidik yang menyebut Davis sebagai pembohong dan pembual yang selama bertahun-tahun menjual cerita untuk mendapatkan uang dan perhatian. Ia melanjutkan bahwa tidak ada senjata pembunuhan yang ditemukan. Cadillac putih yang digunakan penyerang juga tidak pernah menjadi barang bukti fisik yang menghubungkan Davis dengan lokasi penembakan.

"Cari bukti yang menunjukkan Keffe D bahkan ada di Las Vegas pada malam perkelahian."

Pertanyaan mengenai siapa yang menarik pelatuk pun tidak selesai di ruang sidang. Dalam salah satu versi ceritanya, Davis menyebut Orlando Anderson sebagai penembak. Namun mantan rekan Davis, Denvonta Lee, memberikan kesaksian berbeda. Lee mengatakan Deandrae Smith pernah bercerita kepadanya bahwa Smith-lah yang mengambil senjata dan menembak Tupac.[17] Anderson, Smith, dan Brown semuanya telah meninggal sebelum Davis diadili.

Pada 31 Agustus 2026, juri menyatakan Davis bersalah atas pembunuhan tingkat pertama dengan penggunaan senjata mematikan. Mereka mencapai keputusan setelah sekitar tiga jam berunding.

Davis bukan penembaknya. Tetapi menurut putusan juri, ia tetap memiliki tanggung jawab pidana atas pembunuhan itu. Sidang pembacaan hukuman dijadwalkan pada Oktober. Davis telah menyatakan akan mengajukan banding.

Tiga puluh tahun setelah malam di Las Vegas itu, hukum akhirnya menjangkau salah satu orang yang berada di dalam Cadillac putih. Namun, satu pertanyaan masih tersisa: siapa yang menarik pelatuk malam itu?

Baca juga artikel terkait RAPPER atau tulisan lainnya dari Ali Zaenal

tirto.id - Mozaik
Kontributor: Ali Zaenal
Penulis: Ali Zaenal
Editor: Irfan Teguh Pribadi