Kendrick Lamar Menjaga Tradisi Hip-Hop Amerika

Kendrick Lamar Menjaga Tradisi Hip-Hop Amerika
Kendrick Lamar di Orange Stage, Roskilde Festival. FOTO/Simon Laessoee/REUTERS
Reporter: Arman Dhani
04 September, 2017 dibaca normal 3:30 menit
“Lirik Kendrick itu luar biasa kompleks dan enggak cuma swag," kata Harry Sutresna alias Ucok Homicide.
tirto.id - Lonzo Ball, point guard dari LA Lakers, membuat pernyataan mengejutkan yang mengatakan bahwa hip-hop telah mati dan tak ada lagi yang mendengarkan Nas. Lonzo juga menyebut hip-hop sebenarnya yang ada saat ini diwakili oleh Migos dan Future.

Komunitas hip-hop dan para pecinta subkultur ini merespons dengan keras di internet. Banyak yang kemudian memaki atau sekedar menyindir pernyataan Lonzo. Pernyataan macam ini bukan yang bertama dari Lonzo. Sebelumnya, ia juga menyebut album 21 Savage yang bertajuk Issa Album lebih baik daripada album JAY-Z yang berjudul 4:44.

Baca juga: Sederet Rahasia pada Album Baru JAY-Z

Pernyataan Lonzo ini membuat banyak orang di internet kembali membahas tentang hip-hop, misalnya mengapa album Nas yang bertajuk Illmatic pada 1994 perlu didengar lagi. Tradisi panjang hip-hop sejak era Tupac Shakur hingga Eminem mencetak banyak pertikaian tentang apa itu musik rap. Tapi, jika ditanya siapa saja musisi hip-hop modern yang paling mesti didengar hari ini, nama Kendrick Lamar pasti masuk dalam daftar.

Kendrick Lamar Duckworth lahir 17 Juni 1987, di Compton, California Amerika Serikat. Ia memulai karir hip-hop dengan nama panggung K-Dot. Setiap penggemar musik hip-hop pasti tahu bahwa Compton merupakan salah satu kancah musik rap penting di Amerika Serikat, di selatan kota California. Kota ini menghasilkan beberapa sosok musisi hip-hop legendaris seperti Dr. Dre, Snoop Dogg, MC Eiht, DJ Quik, dan diangap sebagai awal mula tempat lahirnya Gangsta Rap.

Compton juga menjadi rumah bagi Niggaz Wit Attitudes atau N.W.A yang melahirkan album Straight Outta Compton pada 1988. N.W.A beranggotakan Dr. Dre, Ice Cube, Eazy-E, DJ Yella, dan MC Ren. Mereka menjadi salah satu eksponen hip-hop penting yang membuat banyak generasi berikutnya terinspirasi untuk menjadi rapper.

Kendrick Lamar adalah salah seorang penerus generasi itu, yang oleh beberapa orang, dianggap melampaui generasi MC dari N.W.A seperti Ice Cube dan Dr. Dre. Latar belakang ini penting untuk menjelaskan mengapa Kendrick Lamar memiliki pengaruh musik yang kaya.

Baca juga: Bagaimana Despacito Menaklukkan Dunia Musik

Pada sebuah rekaman wawancara, Kendrick mengaku pada 1995, saat usianya masih delapan tahun, ia melihat idolanya Tupac Shakur dan Dr. Dre dalam musik video yang berjudul “California Love.” Video itu membuatnya kemudian secara serius mendengarkan musik hip-hop. Di kesempatan lain, ia menyebut bahwa The Notorious B.I.G., Jay Z, Nas, dan Eminem sebagai sosok yang membentuk identitasnya sebagai rapper.

Hingga hari ini, banyak orang menganggapnya sebagai representasi paling modern dari Compton dan menjadikan warisan musik kota itu masih hidup. Pada 2011, Snoop Dogg, The Game, dan Dr. Dre di panggung yang sama menyebut bahwa Kendrick Lamar adalah saudara, adik kecil, yang meneruskan tradisi musik Compton.

Tapi sejauh mana sebenarnya ia menjadi penting? Herry Sutresna alias Ucok dari kelompok hip-hop Homicide menyebut bahwa Kendrick Lamar menjadi istimewa karena ia nyaris memiliki segala hal untuk bisa jadi musisi hip-hop yang bermutu.

“Kendrick itu kompleks memang. Dia itu kayak Eminem, dia terus push the boundaries sambil tetap bawa tradisi. Dia student of the game kayak Eminem, dia nerusin tradisi banyak MC di sejarah. Itu dia bagusnya. Dia nerusin Ice Cube tapi juga melampauinya,” kata Herry.

Tiga Album Kendrick terakhir, Good Kid, M.A.A.D City (2012), To Pimp a Butterfly (2015), dan Damn (2017) dianggap sebagai karya penting musik hip-hop selama lima tahun terakhir. Namun, untuk mengetahui lanskap dan dimensi penting album Kendrick, kita perlu tahu bagaimana ia membuat album-albumnya.

Seorang rapper biasanya membuat album mixtape sebagai kartu nama, pengenal akan kemampuan rapper bernyanyi, membuat beat dan menyusun lirik. Kendrick terbiasa membuat itu semua secara mandiri.

Baca juga: Musik Rock Perlahan Ditinggalkan Generasi Z?

Dalam kultur hip-hop, menurut Herry, seorang MC tidak harus serius membuat komposisi lagu atau melakukan mixing mastering secara serius. Semua dibuat seadanya karena tujuannya untuk memperkenalkan kepada khalayak atau kancah. “Bahkan, musiknya sebagian pake instrumental yang sudah ada dan dipakai tanpa izin yang bikin. Karena kebanyakan mixtape enggak dijual,” kata Herry.

Kendrick istimewa karena menghadirkan album yang ia buat secara khusus dengan instrumen dan beat yang unik. Kendrick tentu tidak sedang menjadi disc jockey yang membuat suara secara partikular. Dia mengajak beberapa musisi dan beatmaker, lantas berkumpul di satu studio untuk menyusun lagu dengan mereka.

Menurut Herry, ini adalah pola produksi hip-hop yang standar. Kendrick menjadi pengarah atau director-nya. Hasilnya adalah album-album bermutu dengan sampling musik berkualitas dan masih menghargai musisi terdahulu. “To Pimp a Butterfly itu salah satu album hiphop terbaik sepanjang masa," katanya.

Baca juga: Donald Trump Menang, Musik Politis Bangkit

Meski mengaku apolitis, Kendrick jelas memasukan elemen politik dalam lirik lagu yang ia nyanyikan. Dalam banyak kesempatan, Kendrick bicara tentang tindakan brutal polisi terhadap kulit hitam, persekusi ras, juga kondisi politik Amerika kontemporer. “Dia memang political. Meski bukan rapper politis macem Immortal Technique atau Dead Prez, tapi dia paham kalo politik itu sesuatu yang tidak terhindarkan, makanya dia libatkan di liriknya,” kata Herry.

Seorang musikus hip-hop bisa memilih antara memanfaatkan sampling lagu-lagu lama untuk kemudian disusun ulang menjadi lapisan nada yang estetik, atau sekedar memanfaatkan nada-nada sederhana buatan. Dalam musik hip-hop, tiap pilihan itu punya dampak terhadap bagaimana lagu itu dinyanyikan.

Album To Pimp a Butterfly menghadirkan banyak elemen musik seperti jazz, funk, dan berbagai genre dari sampling The Isley Brothers, Sufjan Stevens, James Brown, Fela Kuti, dan Boris Gardiner.

Baca juga: Dugaan Plagiat Karya Musik

Kendrick Lamar Menjaga Tradisi Hip-Hop Amerika

Dalam hip-hop, seorang rapper menurut Herry sebaiknya memiliki sembilan dasar kemampuan seperti kemampuan menulis, delivery (menghantarkan rima), metafor, cadence (arus ritme antara suara dan kata), silabel (rima dalam-rima luar), storytelling, dan pengetahuan. Kendrick memiliki semua kemampuan ini dan mendorongnya ke batas paling jauh.

“Lirik Kendrick itu luar biasa kompleks dan enggak cuma swag. Dia melampaui isu swag, isu personal, dan isu politik. Lirik dia itu dalem banget, maknanya berlapis—di luar masalah teknis yang tadi aku sebut. Atau pada album sebelumnya, meski musiknya aku enggak begitu suka, lirik di album sebelumnya juga brilian,” kata Herry.

Sebagai musisi, Kendrick telah mendapatkan pengakuan penting misalnya melalui 45 penghargaan dari 135 nominasi berbeda. Penghargaan ini termasuk tujuh penghargaan grammy dan ASCAP Vanguard Award untuk karyanya sebagai komposer.

Presiden dan pemimpin ASCAP, Paul Wiliams, menyebut: “Genre suara yang cerdas, cerita terstruktur, dan lintas-aliran yang dibuat oleh Kendrick Lamar membuatnya berbeda dengan orang-orang di sekitarnya. Ia mendorong batas dengan kreatifitas dan segala hal yang dianggap penting oleh komite ASCAP Vanguard Award.”

Pada 58th Grammy Awards, ia mendapatkan nominasi di 11 kategori. Ia lantas memenangi Best Rap Album untuk album To Pimp a Butterfly, Best Rap Song dan Best Rap Performance untuk lagu "Alright," dan Best Rap/Sung Collaboration untuk "These Walls."

Tak hanya berjaya di ajang penghargaan, album Kendrick Lamar Good Kid, M.A.A.D City menjadi subyek pengajaran di Universitas Georgia Regents, bersama karya-karya James Joyce.

Baca juga artikel terkait HIP-HOP atau tulisan menarik lainnya Arman Dhani
(tirto.id - dan/msh)

Keyword