tirto.id - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyebut sebanyak lebih dari 14 ribu jemaah umrah asal Indonesia berpotensi tertahan di Arab Saudi menyusul eskalasi konflik di kawasan Asia Barat yang berdampak pada aktivitas penerbangan internasional.
Irfan mengatakan konflik yang memanas sejak akhir Februari telah memicu penutupan sejumlah ruang udara di kawasan Timur Tengah dan mengganggu penerbangan internasional, terutama yang menggunakan jalur transit.
Berdasarkan data pemerintah, hingga 11 Maret 2026 masih terdapat puluhan ribu jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi. Sebagian di antaranya berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat gangguan penerbangan.
“Adapun data yang kami terima, jemaah umrah di Saudi yang masih ada di Saudi per 11 Maret masih ada 50.374, yang kemungkinan stranded atau tertahan kemungkinan ada sebesar 14.115 dengan jumlah PPIU sebesar 1.239. Kami sudah memanggil semua PPIU yang terkait dengan ini,” kata Irfan dalam Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurut dia, penutupan ruang udara tersebut telah mengganggu keberangkatan maupun kepulangan jemaah umrah yang menggunakan skema penerbangan transit melalui negara-negara di kawasan tersebut.
“Dampak langsung yang telah terjadi adalah gangguan pada proses keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah, khususnya bagi jemaah yang menggunakan penerbangan transit,” ujarnya.
Lanjut Gus Irfan, Kementerian Haji dan Umrah melalui Kantor Urusan Haji di Jeddah bersama perwakilan Indonesia di Arab Saudi juga telah menurunkan tim untuk memantau situasi di bandara serta membantu proses pemulangan jemaah.
Tim tersebut ditempatkan di sejumlah terminal di Bandara Jeddah dan Madinah untuk berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, memastikan ketersediaan konsumsi bagi jemaah yang menunggu penerbangan, serta mempercepat proses administrasi perjalanan.
Selain itu, pemerintah juga membantu perpanjangan masa berlaku visa bagi jemaah yang masa izinnya hampir habis agar tidak tercatat melanggar aturan imigrasi Arab Saudi.
“Membantu para jemaah yang tertunda dan usia visanya habis, kita bantu juga untuk bisa diperpanjang sehingga tidak tercatat sebagai pelanggaran imigrasi,” terang dia.
“Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, hingga 9 Maret 2026 telah dipulangkan sebanyak 20.581 jemaah umrah,” tambah Gus Irfan.
Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau agar calon jemaah umrah yang belum berangkat mempertimbangkan untuk menunda perjalanan hingga kondisi keamanan kawasan kembali kondusif.
“Kementerian Haji dan Umrah terus mengimbau agar PPIU dan jemaah umrah yang belum berangkat dapat menunda untuk sementara keberangkatannya hingga suasana kondusif. Pertimbangan kami adalah untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah,” kata dia.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































