Menuju konten utama

11 Kalender Astronomi Mei 2025 dan Daftar Fenomena Langit

Simak fenomena langit Mei 2025, ada hujan meteor Eta Aquarid, bulan purnama, plus 11 jadwal astronomi menarik yang cocok diamati dari Indonesia.

11 Kalender Astronomi Mei 2025 dan Daftar Fenomena Langit
Ilustrasi Hujan Meteor. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah fenomena astronomi akan meghiasi langit pada bulan Mei 2025. Kabar baik bagi para Astrophile yang menanti pertunjukan di hamparan langit. Simak kalender Astronomi dan daftar fenomena langit di bulan Mei 2025!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi transisi musim di sejumlah wilayah di Indonesia berlangsung sejak April hingga Juni mendatang. Cuaca cerah pada musim kemarau membantu pengamatan lebih maksimal terhadap fenomena langit pada Mei 2025.

Dikutip dari laman In The Sky, terdapat tiga dari empat fenomena langit yang dapat diamati dengan mata telanjang sepanjang Mei 2025. Fenomena-fenomena ini mencakup hujan meteor Eta Aquarid, Full Moon, dan New Moon.

Fenomena hujan meteor Eta Aquarid dan New Moon merupakan fenomena langit yang layak ditunggu. Meteor Eta Aquarid akan menciptakan garis-garis api berwarna-warni di langit, sedangkan New Moon adalah waktu terbaik dalam satu bulan untuk menyaksikan objek-objek redup seperti galaksi dan gugus bintang. Sebab tidak ada gangguan dari cahaya bulan.

Lalu apa saja daftar fenomena langit yang menarik untuk diamati sepanjang Mei 2025?

Daftar Fenomena Astronomi Mei 2025

Pertama, hujan meteor Eta Aquarid. Fenomena ini berasal dari partikel debu yang ditinggalkan oleh komet Halley saat kembali ke tata surya bagian dalam. Bumi yang terus bergerak,memungkinkan partikel-partikel tersebut bertabrakan dengan atmosfer bumi, sehingga partikel tersebut hancur dan terciptalah garis-garis api berwarna-warni di langit.

Menurut NASA, meteor Eta Aquarid bergerak sekitar 66 kilometer per detik ke atmosfer bumi. Maka dari itu meteor Eta Aquarid dikenal karena kecepatannya. Umumnya terdapat 30 meteor per jam yang dapat dilihat dalam puncak fenomenanya.

Hujan meteor Eta Aquarids merupakan fenomena langit yang puncaknya terjadi pada awal Mei dalam setiap tahun. Hujan Meteor ini berlangsung sejak tanggal 19 April hingga 28 Mei. Puncaknya, akan terjadi pada malam hari di tanggal 6 Mei dan pagi hari di 7 Mei.

Diprediksi beberapa meteor yang redup akan terhalangi oleh bulan sabit yang membesar. Cara terbaik menikmati fenomena astronomi ini adalah dengan berada di lokasi yang gelap saat malam.

Kedua, Full Moon. Bulan purnama (full moon) merupakan fenomena dimana seluruh wajah bulan yang bercahaya akan terlihat dari bumi. Salah satu dari delapan fase bulan yang dianggap mencolok. Sebab pada fase ini sebagian besar cahaya matahari memantul dari bulan ke bumi. Fase ini terjadi pada 16:57 UTC pada tanggal 12 Mei.

Bulan purnama pada Mei 2025 disebut dengan Flower Moon. Penamaan ini merujuk warga asli Amerika yang menandai mekarnya bunga selama musim semi saat bulan Mei.

Bulan akan menampakkan dirinya hampir sepanjang malam saat purnama. Dengan begitu objek langit lainnya akan tertutup dan sulit diamati. Bahkan permukaan bulan juga sulit diamati, karena cahayanya yang cenderung menyapu topografi.

Ketiga, New Moon. Fase ini diprediksi berlangsung pada pukul 03:04 UTC pada 27 Mei. Ketika bulan berjarak dekat dengan matahari, cahaya akan tertutup selama beberapa hari. Akibatnya, bulan akan tidak tampak jika dilihat dari langit bumi pada malam hari.

Itulah daftar fenomena astronomi yang bisa disaksikan sepanjang Mei 2025. Jika ingin menyaksikan fenomena ini, pastikan menempati lokasi yang bebas polusi cahaya dan cuaca yang cerah.

Kalender Astronomi Mei 2025

Selain daftar fenomena langit tersebut, terdapat 11 dari 30 kalender astronomi yang menarik untuk diikuti dan dipelajari. Meski dalam pengamatannya diperlukan alat yang memadai.

Berikut ini kalender astronomi Mei 2025:

  • 1 Mei - Konjungsi Bulan dan Jupiter
  • 2 Mei - Asteroid 4 Vesta Oposisi
  • 4 Me - konjungsi Bulan dan Mars, Kuarter Pertama Bulan
  • 6 Mei - Hujan Meteor Aquarid 2025
  • 8 Mei - Hujan Meteor Lyrid 2025
  • 12 Mei - Bulan Purnama
  • 15 Mei - Bulan di Titik Tertinggi
  • 20 Mei - Bulan di Kuartal Terakhir
  • 26 Mei - Bulan di Perihelion
  • 27 Mei - Bulan Baru
  • 30 Mei - Merkurius pada Konjungsi Matahari Superior
*Jadwal di atas menggunakan patokan waktu UTC. Masing-masing WIB (UTC+7), WITA (UTC+8), dan WIT (UTC=9)

Baca juga artikel terkait HUJAN METEOR atau tulisan lainnya dari Arif Budiman

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Arif Budiman
Penulis: Arif Budiman
Editor: Dipna Videlia Putsanra