Menuju konten utama

Fakta-Fakta Whip Pink, Alat Dapur yang Kerap Disalahgunakan

Ketahui apa itu Whip Pink, alat kuliner yang kembali viral, mulai dari kandungan di dalamnya, dan risiko kesehatan jika disalahgunakan.

Fakta-Fakta Whip Pink, Alat Dapur yang Kerap Disalahgunakan
Whip Pink. Instagram/whippink.co

tirto.id - Whip Pink bukanlah produk baru dalam dunia kuliner. Whip Pink sendiri merupakan produk kuliner yang dianggap aman untuk digunakan dan dikonsumsi.

Produk Whip Pink kerap menjadi viral dan jadi perbincangan banyak orang, bukan karena kegunaannya di bidang kuliner, tapi karena dikaitkan dengan risikonya ketika disalahgunakan.

Produk ini memang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius ketika disalahgunakan. Lalu, apa yang membuat Whip Pink berbahaya?

Apa Itu Whip Pink dan Kandungan Nitrous Oxide

Whip Pink

Whip Pink. Instagram/whippink.co

Whip Pink adalah nama salah satu produk tabung berisi gas nitrous oxide (N2O) yang diiklankan dan dijual untuk keperluan kuliner, terutama sebagai gas pendorong dalam pembuatan whipped cream atau krim kocok.

Nitrous oxide yang terkandung dalam produk seperti Whip Pink dianggap aman. Secara internasional juga diakui bahwa zat ini dapat digunakan dalam makanan dengan batasan dan standar produksi yang sesuai.

Dikutip dari Cleveland Clinic, nitrous oxide secara kimia adalah senyawa gas yang tidak berwarna, tidak mudah terbakar, serta memiliki bau dan rasa sedikit manis. Meski umum digunakan dalam dunia kuliner, gas ini ternyata sudah dimanfaatkan di bidang medis sejak abad 19.

Nitrous oxide dikenal juga sebagai “gas tertawa”, yaitu gas sedatif yang digunakan secara medis untuk membantu pasien merasa lebih tenang dan nyaman selama prosedur medis, termasuk digunakan oleh dokter gigi.

Gas ini bekerja dengan cara memperlambat sistem saraf dan menimbulkan perasaan relaksasi, euforia ringan, dan sensasi giggly atau ingin tertawa.

Gas ini cepat bereaksi (sekitar 3-5 menit) dan efeknya pada setiap orang bisa berbeda-beda. Di sisi lain, nitrous oxide tidak membuat penggunanya tertidur/tidak sadar sehingga tetap mampu berkomunikasi selama prosedur medis berlangsung.

Selain untuk makanan dan medis, N2O juga digunakan dalam industri. Namun, perlu dipahami bahwa nitrous oxide yang umum ditemukan di dunia kuliner adalah nitrous oxide yang food grade yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Fungsi Asli Nitrous Oxide dalam Dunia Kuliner

Ilustrasi Whip Pink

Ilustrasi Whip Pink untuk Makanan. FOTO/iStockphoto

Dalam dunia kuliner, N2O lebih sering dipakai dalam bentuk cream charger atau tabung gas kecil yang dihubungkan ke alat pembuat krim (whipped cream dispenser) untuk menghasilkan tekstur yang ringan dan berbusa pada berbagai hidangan.

Nitrous oxide digunakan sebagai gas pendorong (propellant) dalam dispenser krim kocok. Gas ini memiliki karakteristik yang sangat unik dibandingkan gas lain karena sifatnya yang sangat larut dalam zat lemak.

Ketika gas N2O dimasukkan ke dalam dispenser yang berisi krim kental berlemak tinggi, gas tersebut akan larut dan menyatu ke dalam krim di bawah tekanan tinggi yang dihasilkan oleh tabung dispenser.

Lalu, saat krim dikeluarkan melalui nosel, penurunan tekanan mendadak membuat gas terlepas kembali dalam bentuk gelembung-gelembung kecil yang memberikan volume dan tekstur halus pada whipped cream.

Salah satu alasan utama N2O menjadi pilihan ideal di dapur profesional adalah sifat kimianya yang tidak bereaksi dengan lemak atau air, serta tidak meninggalkan rasa asam yang tidak diinginkan.

Misalnya, gas lain seperti karbon dioksida (CO₂) cenderung menghasilkan rasa asam karena bereaksi dengan air dalam krim sehingga tidak cocok untuk whipped cream atau foams makanan.

Sebaliknya, N2O adalah gas yang dianggap lebih kompatibel secara rasa dan secara kimia dinilai aman untuk makanan selama digunakan dalam bentuk food grade sesuai standar yang ada.

Ilustrasi meninggal dunia
Ilustrasi Kematian Publik Figur yang Dikaitkan dengan Whip Pink. FOTO/Istock

Penyalahgunaan Whip Pink sebagai Zat Rekreasional

Di media sosial kerap beredar percakapan yang menyebutkan bahwa “ngebalon” gas whipping dapat menyebabkan meninggal

Istilah “ngebalon” mengacu pada cara paling umum dalam penyalahgunaan nitrous oxide, yaitu mengisi gas ke dalam balon, lalu menghirupnya dari balon tersebut. Ini dilakukan karena menghirup gas langsung dari tabungnya dinilai berbahaya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Whip Pink mengandung gas N2O yang bisa menimbulkan efek euforia singkat jika dihirup secara langsung. Gas ini bisa menimbulkan sensasi “ringan”, rileks, atau bahkan tertawa sehingga berpotensi disalahgunakan.

Di sisi lain, menghirup N2O ternyata bisa menimbulkan efek samping tersendiri pada kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian.

U.S. Food and Drug Administration (FDA) secara tegas memperingatkan masyarakat untuk tidak menghirup produk nitrous oxide karena praktik tersebut sangat berbahaya, dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, bahkan mengancam nyawa.

Kontroversi Iklan/Promosi Whip Pink

Hal yang lain yang membuat Whip Pink jadi sorotan publik adalah konten promosinya yang dianggap janggal. Penyalahgunaan suatu produk memang bukan kesalahan brand yang bersangkutan.

Namun, konten iklan Whip Pink di akun Instagram resminya tanggal 15 September 2025 membuat warganet berpikiran lain. Dalam promosinya, Whip Pink menuliskan caption:

Bali has its own rhythm. Sunsets, salty breeze, and a tropical state of mind. Whip-Pink isn’t just by your side, it’s part of the vibe. From beach mornings to golden-hour nights, pink energy is everywhere. Because sometimes, paradise isn’t a place… it’s a feeling.

Bagi sebagian warganet, caption tersebut dirasa janggal untuk mempromosikan produk kuliner. Frasa “paradise isn’t a place… it’s a feeling” seolah mengacu pada kemampuan Whip Pink untuk membuat penggunanya merasa rileks seperti di “surga”.

Risiko Penyalahgunaan Nitrous Oxide bagi Kesehatan

Ilustrasi Cuti Sakit

Ilustrasi Sakit. Getty Images/iStockphoto

Nitrous oxide yang secara legal digunakan dalam dunia kuliner bisa menjadi berbahaya jika disalahgunakan sebagai zat rekreasional. Penyalahgunaan zat tersebut bisa membawa efek kesehatan yang serius dan berbahaya.

Efek Jangka Pendek

Dikutip dari laman Better Health, penyalahgunaan nitrous oxide dalam jangka pendek dapat menimbulkan berbagai efek yang dirasakan hampir seketika setelah gas dihirup.

Pengguna bisa mengalami perasaan euforia atau “high”, pusing, kepala terasa ringan, tubuh terasa lemah atau sangat lelah, serta mati rasa atau kesemutan pada bagian tubuh tertentu.

Beberapa orang juga melaporkan sensasi disosiasi, yaitu perasaan terlepas atau terpisah dari tubuh maupun lingkungan sekitar. Efek-efek ini umumnya berlangsung selama beberapa menit, tapi dapat mengganggu kesadaran dan koordinasi.

Dalam dosis besar atau penggunaan tidak terkontrol, nitrous oxide dapat memicu penurunan tekanan darah, pingsan, kekurangan oksigen (hipoksia), kejang, hingga serangan jantung. Risiko ini meningkat drastis jika nitrous oxide digunakan bersamaan dengan alkohol atau zat lain.

Efek Jangka Panjang

Penggunaan nitrous oxide secara sering, dalam jumlah besar, dan jangka panjang dapat menyebabkan dampak kesehatan yang jauh lebih serius dan bahkan berpotensi permanen.

Efek yang paling berbahaya meliputi kerusakan otak dan sumsum tulang belakang, kesemutan yang menetap di tangan dan kaki, gangguan keseimbangan dan koordinasi, kelemahan otot atau kejang, hingga kesulitan bergerak.

Selain itu, pengguna juga dapat mengalami gangguan memori, inkontinensia (sulit menahan buang air), anemia, sistem imun yang melemah, serta penurunan kesuburan. Pada ibu hamil, paparan nitrous oxide dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko keguguran dan cacat lahir.

Hal ini dikarenakan nitrous oxide dapat menonaktifkan vitamin B12 di dalam tubuh sehingga menimbulkan kondisi yang menyerupai defisiensi vitamin B12. Mengonsumsi suplemen vitamin B12 pun tidak serta-merta mencegah kerusakan tersebut.

Selain dampak fisik, penggunaan rutin juga bisa berdampak pada kesehatan mental, seperti depresi, psikosis, serta ketergantungan psikologis, yaitu ketika pengguna membutuhkan dosis yang semakin besar untuk merasakan efek yang sama.

Status Hukum & Legalitas Whip Pink di Indonesia

Ilustrasi Stempel

Ilustrasi Regulasi. foto/istockphoto

Secara internasional, nitrous oxide tidak termasuk zat narkotika di banyak negara, tapi regulasi terhadap penggunaannya semakin ketat karena potensi penyalahgunaan.

Misalnya, FDA mengatur N2O sebagai bahan yang legal diproduksi dan dijual untuk keperluan kuliner, khususnya sebagai propelan dalam whipped cream.

Namun, FDA juga mengingatkan konsumen untuk tidak menghirupnya sebagai zat rekreasional karena dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius, termasuk kematian.

Sementara di beberapa negara lain, penggunaan N2O juga memiliki aturan yang ketat, salah satunya di Inggris. Dilansir dari laman gov.uk, nitrous oxide diklasifikasikan sebagai narkotika kelas C.

Menurut aturan yang berlaku, setiap orang yang memiliki, memproduksi, memasok, atau mengedarkan nitrous oxide dengan tujuan untuk disalahgunakan dapat dikenai sanksi pidana. Lalu, bagaimana di Indonesia?

Di Indonesia, status hukum Whip Pink atau nitrous oxide per Januari 2026 belum dikategorikan sebagai narkotika maupun psikotropika oleh Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Namun, nitrous oxide diizinkan digunakan dalam konteks bahan pangan.

Menurut Peraturan Kepala BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan, nitrous oxide termasuk bahan tambahan pangan yang diizinkan dan dicantumkan dengan nama dinitrogen monoksida dengan sinonim dinitrogen oxide atau nitrous oxide.

N2O diizinkan sebagai bahan yang dipakai sebagai propelan dan digunakan untuk berbagai produk pangan, termasuk produk berbasis susu dan krim “whipping” atau “whipped”.

Jadi, nitrous oxide seperti pada produk Whip Pink boleh digunakan di Indonesia sebagai bahan tambahan pangan. Jika digunakan untuk tujuan lain, terutama sebagai zat rekreasional yang bisa membahayakan kesehatan, tentunya hal ini melanggar aturan yang ada.

Demikian penjelasan terkait Whip Pink dan kandungan nitrous oxide di dalamnya. Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa meskipun N2O memiliki kegunaan yang sah di bidang kuliner, penggunaannya harus tetap sesuai peruntukannya.

Menghirup gas N2O terbukti berbahaya bagi kesehatan. Masyarakat diharapkan lebih kritis dan bijak dalam menerima informasi dan patuh pada regulasi yang berlaku agar terhindar dari dampak kesehatan maupun masalah hukum yang merugikan.

Tertarik dengan info lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait ZAT BERBAHAYA atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani