Menuju konten utama

Wamenperin Ajak Kampus jadi Mitra Pembangunan Industri Nasional

Kampus dinilai bisa memberi arahan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan industri nasional.

Wamenperin Ajak Kampus jadi Mitra Pembangunan Industri Nasional
Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza saat memberikan sambutan di Hotel Tentrem dalam rangkaian FGD Potensi Pengembangan Komponen Kereta Api Dalam Negeri, pada Jumat, (25/7/2025). Tirto.id/Abdul Haris
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Wamenperin RI), Faisol Riza, mengajak kampus untuk menjadi mitra pemerintah menjadi bagian dari pembangunan industri nasional.

"Saya ingin mengajak industrialis yang berasal dari kampus untuk tidak lelah membantu pemerintah, mitra dari pemerintah, menjadi mitra industri nasional untuk mengembangkan inovasi," kata Riza di Hotel Tentrem, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat (25/7/2025).

Riza menilai hanya kampus yang bisa memberi arahan dari para ahli untuk melihat apakah industri kita mampu kebutuhan pengembangan industri nasional.

Mantan Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta periode 2008-2009 itu bilang, dirinya siap bekerja keras membantu kampus untuk membiayai riset dan uji coba demi kemajuan industri di tanah air.

"Saya rela, saya akan bekerja keras membantu kampus untuk bisa membiayai berbagai macam riset dan uji coba yang ini akan membantu industri. Saya akan berusaha menjadi mitra kampus, membantu agar pengembangan dan riset di kampus bisa terus dilakukan," ujarnya.

Riza melanjutkan, dirinya akan membantu dengan keras termasuk menggugah hati Presiden Prabowo Subianto agar perhatian bisa memperdalam peran kampus dalam pengembangan industri.

Sebelumnya, Riza mempertanyakan apakah indonesia mampu memproduksi barang-barang yang dikonsumsi sehari-hari dengan kekuatan industri dalam negeri kita.

Menurutnya, pertanyaan sederhana itu amatlah berat untuk dijawab karena membutuhkan akurasi data yang akurat.

"Atau memang kita ini adalah bangsa yang ditakdirkan tuhan jadi bangsa konsumen, hanya mampu menyerap, memanfaatkan, membayar semua hasil karya bangsa-bangsa lain," pungkas Riza.

Oleh karena itu, Riza menilai kampus memiliki peran yang signifikan dalam mendukung kemajuan industri melalui riset dan uji coba ke depan.

Sebagai informasi, Kementerian Perindustrian menggelar Focus Group Discussion (FGD) Potensi Komponen Kereta Api Dalam Negeri di Hotel Tentrem. Menurut Riza, kereta api saat ini menjadi moda transportasi yang cepat, bersih, aman,dan nyaman.

Dalam sambutannya, Riza mengapresiasi operator kereta api dalam negeri seperti PT KAI, PT Kereta Commuter Indonesia, dan PT MRT Jakarta yang telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan dan infrastruktur sarana maupun prasarana.

Mengacu pada data Grand View Research (2023), potensi pasar global untuk sarana kereta api diperkirakan mencapai USD 96,5 miliar pada tahun 2030, bertumbuh 6,3 persen setiap tahun di mana Asia Pasifik sebagai pasar terbesar.

Kata Riza, kebutuhan moda transportasi kereta api terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan didukung pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan pusat–pusat ekonomi baru.

Pertumbuhan mobilitas penumpang dalam lima tahun ke depan diperkirakan mencapai 10,6 persen per tahun dan pertumbuhan angkutan barang mencapai 12,3 persen per tahun.

Baca juga artikel terkait KAMPUS atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Insider
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah