tirto.id - Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, menepis anggapan New Development Bank (NDB) New Development Bank (NDB) akan menjadi seperti International Monetary Fund (IMF) atau World Bank.
NDB sendiri adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan oleh negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) akan menjadi seperti International Monetary Fund (IMF) atau World Bank.
"Saya nggak melihat seperti itu. BRICS, itu sebagai suatu organisasi internasional, ini selalu respect terhadap masing-masing posisi negara masing-masing. Jadi, saya rasa justru itu sangat berbeda," ucapnya kepada awak media, Senin (7/7/2025).
Thomas mengaku beberapa kali mengikuti pembahasan yang dilakukan NDB. Hasil pembahasan, negara-negara BRICS tidak pernah mementingkan kepentingan negara masing-masing.
Di satu sisi, pembahasan NDB justru seputar pembiayan untuk proyek di negara tertentu. Misalnya, NDB yang disebut hendak ikut kerja sama membantu proyek di Indonesia.
"Pembahasan yang kita lakukan sangat selalu baik, tidak pernah ada semakan kayak titipan dari negara-negara lain, tidak. Jadi, ini benar-benar melihat kesempatan berinvestasi atau pembiayaan untuk proyek-proyek kita," urai Thomas.
Akan tetapi, ia dalam kesempatan itu belum mengungkapkan proyek apa yang akan didanai NDB. Thomas hanya menyatakan proyek yang akan dibiayai merupakan pembangunan infrastruktur.
Ia meminta penjelasan terkait proyek infrastruktur itu ditanyakan kepada Kementerian Investasi. "Kami mengajak NDB untuk membantu terutama di infrastruktur, pembiayaan infrastruktur," katanya.
"Itu ranahnya tentu dengan ranahnya Kementerian Investasi, saya rasa list-nya di situ," sambung Thomas.
Sebelumnya Indonesia resmi memutuskan untuk bergabung sebagai anggota New Development Bank (NDB). Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan banyak hal dan atas evaluasi dilakukan oleh Tim Kementerian Keuangan. Ini juga melengkapi posisi Indonesia yang sebelumnya lebih dulu bergabung menjadi bagian anggota BRICS pada Oktober 2024 lalu.
“Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk bergabung dengan New Development Bank dan mengikuti prosedur serta persyaratan yang telah diberikan kepada kami,” tegas Presiden Prabowo Subianto usai menerima Presiden NDB, Dilma Vana Rousseff, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, (25/3/2025) kemarin.
Bergabungnya Indonesia sebagai anggota NDB menandai langkah strategis tanah air dalam memperkuat kemitraan pembangunan dengan negara-negara berkembang dan lembaga multilateral. Prabowo berharap keanggotaan Indonesia di NDB dapat mendorong percepatan transformasi pembangunan nasional.
“Saya pikir bank pembangunan multilateral yang baru ini dapat menjadi pendorong kuat untuk mempercepat strategi transformasi kita,” ucapnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































