Menuju konten utama

Wamendagri: Pemuda Harus Tingkatkan Kualitas Demi Indonesia Emas


Menurutnya, kualitas generasi muda bukan hanya diukur dari kemampuan personal, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Wamendagri: Pemuda Harus Tingkatkan Kualitas Demi Indonesia Emas
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam acara Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Narkotika Nasional (BNN), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026). FOTO/dok.Kemendagri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045 dengan terus meningkatkan kualitas serta kapasitas diri. Menurutnya, peran anak muda akan sangat menentukan arah Indonesia di masa depan, terutama ketika berbagai lembaga internasional memproyeksikan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Bima menilai, potensi tersebut harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, generasi muda perlu memanfaatkan momentum yang ada saat ini untuk berkembang dan memperkuat kemampuan diri.

Ia menjelaskan Indonesia sedang berada pada fase bonus demografi, yakni ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding kelompok usia nonproduktif. Kondisi ini disebut menjadi peluang besar bagi percepatan pembangunan nasional, namun tidak berlangsung selamanya.

“Saat ini kita tengah mendapatkan bonus demografi [yaitu] ketika [usia] yang produktif lebih banyak daripada lansia dan anak-anak. Tapi, bonus demografi ini enggak selamanya,” jelas Bima saat menyampaikan keynote speech pada acara Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Narkotika Nasional (BNN), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Bima juga mengingatkan pelajar agar tidak larut dalam kebingungan saat menentukan masa depan. Ia menekankan pentingnya mengenali diri, menyelesaikan persoalan pribadi, dan memiliki tujuan hidup yang jelas agar potensi yang dimiliki bisa berkembang maksimal.

Menurut Bima, kualitas generasi muda bukan hanya diukur dari kemampuan personal, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia mendorong anak muda untuk tumbuh sebagai pribadi yang aktif, peka terhadap persoalan sosial, dan mampu berkontribusi lewat kolaborasi.

Baginya, kemampuan membangun jejaring akan menjadi salah satu modal utama menghadapi masa depan.

“Ingat kata-kata saya. Masa depan akan dimiliki orang-orang yang terampil untuk menggunakan jejaring dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Selain itu, Bima mengajak generasi muda terus memperkuat kompetensi dan memperluas wawasan global tanpa kehilangan identitas kebangsaan. Menurutnya, anak muda Indonesia harus siap beradaptasi dengan perubahan dunia, sekaligus tetap menjaga nilai dan semangat sebagai bangsa Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya kepekaan membaca peluang dan memanfaatkan momentum sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Sebab, menurutnya, keberhasilan tidak hanya bergantung pada kemampuan, tetapi juga pada kesiapan mengambil kesempatan.

“Semua tokoh-tokoh besar adalah orang-orang yang hebat memanfaatkan momentum. Semua politisi, ilmuwan, pengusaha, itu mereka paham momentum,” tandasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis