Menuju konten utama

Viral Tren Penghapus Jadi Gasing, Apakah Berbahaya?

Tren viral penghapus dijadikan gasing oleh anak-anak sekolah menarik perhatian. Apakah mainan ini berbahaya? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Viral Tren Penghapus Jadi Gasing, Apakah Berbahaya?
Gasing Penghapus. X/@perahubulan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seolah tidak pernah kehilangan akal dan juga kreativitas, anak-anak sekolah saat ini sedang gemar membuat gasing dari penghapus. Tren membuat penghapus jadi gasing ini cukup meresahkan guru maupun orang tua. Apakah ada indikasi bahaya dalam permainan tersebut?

Tren mainan gasing dari penghapus ini viral tidak hanya di satu daerah, melainkan di beberapa daerah di Indonesia. Gasing terbuat dari beberapa penghapus yang disatukan dengan isi staples dan paku payung.

Viral Tren Penghapus Jadi Gasing, Apakah Berbahaya?

Seorang guru dengan nama pengguna TikTok @umiyayan0 membagikan peringatan kepada para orang tua dan anak-anak tentang permainan gasing dari penghapus. Menurut Umi Yayan, mainan tersebut tergolong berbahaya.

“Mohon bantuan kepada orang tua mohon anak tidak lagi bermain permainan ini. Pertama mainan ini membuat anak kita royal dalam menggunakan alat tulis dan mubazir. Ini tidak ada manfaatnya. Dan tidak menggunakan sesuatu sesuai fungsinya,” tutur Umi Yayan.

“Mohon orang tua untuk tidak membiarkan anak membeli lagi penghapus dan membuatnya di rumah. Mohon kerjasama kita semua,” pintanya lagi.

Beberapa video lain juga memperlihatkan suasana kelas saat guru melakukan penyitaan mainan gasing penghapus dari murid-muridnya. Sang guru memfokuskan staples dan juga paku payung yang digunakan untuk merekatkan mainan tersebut.

Namun, apa yang menjadi perhatian dari para tenaga pendidik ini tidak selalu sejalan dengan orang tua murid. Sebagian dari mereka justru mendukung kreativitas anak-anak dalam menciptakan permainan gasing dari penghapus.

Selain itu, mereka juga menyoroti permainan ini berhasil membelokkan kecenderungan anak bermain gadget.

“Bu itu anak kreatip.namax TDK selamax itu berlangsung ..hanya musiman Bu..drpada main hp .terus m nerus..,” sanggah akun @dina.dinariyah di unggahan Umi Yayan tentang gasing penghapus.

“Main hp gk boleh, main ke luar gak boleh, main gasing kreatip gk boleh, otak laki laki di rancang menggunakan otak kanan yaitu otak bermain, kalau semuanya gk boleh trs mreka mau main apa ?? mreka itu hanya perlu pengarahan tentang tnggung jawab dan resiko. itu menurut saya bu,” urai akun @lialiana325.

Mainan gasing penghapus dibuat dengan cara menggabungkan beberapa penghapus, terutama yang berbentuk balok, dibentuk menyerupai gasing, kemudian untuk merekatkan antar penghapus, digunakan staples dan paku payung.

Lantas dimana letak bahayanya? Dari uraian para guru dan kepala sekolah yang tidak setuju dengan adanya mainan gasing penghapus ini, potensi bahaya adalah dalam penggunaan staples dan paku payung.

Seperti diketahui isi staples dan juga paku payung sendiri mempunyai ujung yang runcing dan jika terkena jari atau bagian tubuh lain tentu akan dapat menimbulkan luka. Belum lagi jika staples dan paku payung yang digunakan sudah berkarat. Apabila luka tidak segera ditangani dengan benar akan menimbulkan resiko infeksi.

Ciri-ciri luka yang telah menyebabkan infeksi adalah:

  • Terasa nyeri atau atau adanya kemerahan yang semakin parah;
  • Drainase atau pendarahan yang tak kunjung berhenti;
  • Demam dan menggigil.
Jika terdapat tanda-tanda infeksi seperti di atas, segera dapatkan pertolongan dari rumah sakit terdekat.

Baca juga artikel terkait MAINAN ANAK-ANAK atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra