Menuju konten utama

Update Kasus Super Flu di Indonesia, Gejala, & Pengobatannya

Update terbaru kasus Super Flu di Indonesia. Simak gejala yang perlu diwaspadai, cara penularan, pengobatan, serta langkah pencegahan menurut Kemenkes.

Update Kasus Super Flu di Indonesia, Gejala, & Pengobatannya
Ilustrasi Anak Sakit. foto/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai ‘Super Flu’ menjadi salah satu penyakit yang banyak dikhawatirkan dunia, termasuk di Indonesia. Bagaimana gejala dan pengobatannya?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan jika Super Flu telah ditemukan di Indonesia sejak 25 Desember 2025.

Hingga akhir Desember 2025, terdapat 62 kasus subclade K di delapan provinsi, terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Mayoritas pasien adalah anak-anak dan perempuan, sehingga Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya orangtua waspada terhadap kondisi kesehatan anak.

Menurut dr. Piprim B Yanuarso, Ketua Umum IDAI, istilah ‘super flu’ tidak berarti virus ini selalu fatal, namun gejalanya bisa lebih berat, terutama pada anak-anak dengan penyakit penyerta.

Kondisi lingkungan yang kurang ideal, seperti banjir dan bencana alam, juga dapat mempercepat penyebaran penyakit, terutama di lokasi pengungsian dengan sanitasi terbatas.

Gejala Super Flu

Meskipun diberi nama Super Flu, gejala yang terlihat dari pasien Super Flu tidak jauh berbeda dengan gejala flu biasa, antara lain:

  • Demam,
  • Kelelahan,
  • Nyeri badan,
  • Menggigil,
  • Pilek atau hidung tersumbat,
  • Muntah,
  • Diare, dan
  • Sakit tenggorokan.
Namun, pada beberapa pasien, gejalanya lebih buruk, seperti demam sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 39–41 derajat Celsius, disertai nyeri otot yang berat, kelelahan ekstrem, serta batuk kering.

Selain itu, menurut dokter spesialis paru dari RS Paru Persahabatan, Prof. dr. Agus Dwi Susanto juga mengatakan penderita dapat mengalami sakit kepala hebat dan nyeri tenggorokan yang berat, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi sangat terganggu.

Bagaimana Mengobati dan Mencegah Super Flu?

Vaksin Influenza tetap direkomendasikan oleh para dokter sebagai tindakan preventif. Selain vaksin influenza, untuk menekan risiko penularan dan dampak penyakit, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Upaya tersebut meliputi menjaga daya tahan tubuh dengan:

  • Pola makan bergizi,
  • Cukup minum,
  • Istirahat yang memadai,
  • Olahraga,
  • Menjaga kebersihan lingkungan,
  • Mencuci tangan secara rutin.
  • Memakai masker, terutama saat berada di keramaian atau berinteraksi dengan orang yang sedang sakit.
Namun, jika sudah terlanjur terkena Super Flu, dikutip The NY Post, yang perlu dilakukan adalah memastikan tubuh tidak kekurangan cairan, cukup istirahat, dan mengonsumsi anti nyeri.

Di Amerika Serikat, berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sejak akhir Desember 2025, aktivitas flu berada pada tingkat “tinggi” atau “sangat tinggi” di 32 negara bagian, naik dari 17 minggu sebelumnya.

Setidaknya 7,5 juta orang telah terinfeksi seperti diberitakan NBC News, dengan jumlah rawat inap yang hampir dua kali lipat hanya dalam satu minggu, meningkat dari 9.944 menjadi 19.053 kasus.

Korban meninggal mencapai sekitar 3.100 orang, termasuk lima anak-anak, meningkat dari dua pada pekan sebelumnya.

Para dokter memperingatkan bahwa kasus flu kemungkinan akan terus meningkat hingga akhir Januari atau Februari. Para tenaga medis melaporkan lonjakan pasien sejak sekitar Thanksgiving, dengan jumlah yang belum pernah terlihat sebelumnya, terutama untuk influenza A.

Baca juga artikel terkait INFLUENZA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra