Menuju konten utama

Update Gunung Merapi Terkini: BPPTKG Sebut Ada Guguran Lava Pijar

BPPTKG mendeteksi adanya rona sinar dari puncak Gunung Merapi pada Senin (4/1/2021) pukul 19.52 WIB yang diduga kuat guguran lava pijar.

Update Gunung Merapi Terkini: BPPTKG Sebut Ada Guguran Lava Pijar
Puncak Gunung Merapi yang mengeluarkan asap putih terlihat dari wilayah Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (8/12/2020). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho.

tirto.id - Hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mendeteksi adanya rona sinar dari puncak Gunung Merapi pada Senin (4/1/2021) pukul 19.52 WIB yang diduga kuat merupakan guguran lava pijar.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan guguran yang diikuti rona cahaya di puncak Gunung Merapi tersebut terpantau dari kamera CCTV di sisi barat daya Gunung Merapi dan kamera thermal di stasiun Panguk.

Video dari CCTV mode nightview menampilkan pendaran sinar yang diduga adalah lava pijar. Hasil pengamatan ini didukung dengan foto DSLR petugas pengamatan dan foto dari Pos Kaliurang yang menunjukkan rona merah di lokasi yang sama.

Sinar yang sama kata Hanik juga pernah muncul beberapa hari sebelumnya. "Sinar yang teramati sebelumnya yaitu pada tanggal 31 Desember 2020 pukul 21.08 WIB, bisa jadi merupakan indikasi awal akan munculnya api diam dan lava pijar," ujar Hanik.

Analisis yang disampaikan Hanik tersebut didukung data pengamatan pada waktu yang hampir bersamaan munculnya rona sinar di puncak Merapi. Dari pengamatan kejadian tersebut, jaringan seismik Gunung Merapi merekam gempa guguran.

"Pada tanggal 4 Januari 2021 pukul 19.50 WIB terjadi guguran yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 33 mm dan durasi 60 detik. Suara guguran terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan," kata Hanik.

Hanik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah daerah setempat, serta selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya.

Terkait dengan kejadian ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi aktivitas Gunung Merapi di mana daerah potensi bahaya masih dalam jarak maksimal 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Maya Saputri