Menuju konten utama

Update Demo DPR RI Sore-Petang Ini & Apakah Masih Berlangsung?

Pantauan terbaru update demo di Jakarta pada Senin (25/8/2025) sore-petang. Apakah demo sudah berakhir?

Update Demo DPR RI Sore-Petang Ini & Apakah Masih Berlangsung?
Kondisi terkini ruas jalan Tol Dalam Kota, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025). tirto.id/ Ayu Mumpuni

tirto.id - Berdasarkan update jurnalis Tirto.id di lapangan pada sore pukul 17.13 WIB, massa aksi dilaporkan sempat berkumpul di sekitaran fly-over Slipi. Namun dari pantauan terbaru pada petang hari, massa mulai berangsur surut sekitar pukul 18.07 WIB, meski sebagian masih bertahan.

Massa aksi yang sudah sejak siang dipukul mundur oleh polisi dari kawasan Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta masih menolak membubarkan diri hingga Senin sore. Massa tersebut mulai berangsur memasuki petang hari, dengan sebagian orang masih berada di sekitar lokasi.

Demonstrasi di depan Gedung Parlemen pada Senin tersebut terjadi sebagai respons atas isu besaran gaji dan tunjangan anggota DPR RI yang mencapai lebih dari Rp100 juta.

Para massa aksi turun ke jalan untuk menuntut transparansi dan menolak nilai gaji dan tunjangan anggota DPR RI yang dinilai terlalu tinggi.

Jika dibandingkan dengan upah minimum regional (UMR) Jakarta, total gaji dan tunjangan yang diterima anggota DPR RI tiap bulan mencapai lebih dari 20 kali lipat. Jika dibandingkan rerata UMR nasional, total upah anggota DPR bahkan mencapai sekitar 27 kali lipat dari yang umumnya diterima masyarakat.

Sejak minggu lalu, ajakan untuk melangsungkan aksi di depan Gedung Parlemen di Senayan ramai diunggah di media sosial. Narasi yang dimunculkan dalam ajakan tersebut ialah membubarkan DPR karena kinerja anggota dewan tak mencerminkan total upah yang didapatkan.

Reaksi para anggota dewan, seperti Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach yang dianggap tidak peka dengan kondisi ekonomi masyarakat turut menyulut gelombang protes.

Kondisi Terkini Demo Sore-Petang Ini di Gedung DPR RI Jakarta

Sebelum berangsur menurun, polisi berupaya membubarkan massa aksi dan berusaha memukul mundur para pengunjuk rasa dari kawasan Gedung Parlemen pada sore hari.

Pada Senin sore ini, di sekitaran fly-over Slipi, massa yang mayoritas berseragam pelajar terlibat bentrokan dengan pihak kepolisian. Gas air mata yang ditembakkan polisi dibalas massa dengan lemparan batu dan benda-benda lainnya.

Ban bekas juga sempat dibakar massa di jalan raya sekitaran fly-over Slipi. Sementara itu, sejumlah prajurit TNI bersenjatakan tameng dan tongkat telah diturunkan untuk membantu polisi membubarkan massa.

Berdasarkan pantauan jurnalis Tirto.id di lapangan, polisi juga melakukan penangkapan sejumlah massa aksi yang terkepung.

Sebelumnya, saat masih berlangsung panas, Jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota ditutup total. Berdasarkan laporan ANTARA, kendaraan dari arah Semanggi maupun sebaliknya tidak bisa melalui jalan tersebut.

Sejak petang hari, setidaknya setelah azan Magrib, massa aksi berangsur menurun. Selain dibubarkan, lokasi sekitar unjuk rasa dilaporkan juga dilanda hujan deras.

Namun hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah aksi tersebut benar-benar berakhir. Dari pantauan live streaming, sejumlah massa masih bertahan di lokasi.

Sebelumnya, mengutip ANTARA, sekitar pukul 14.50 WIB, massa aksi sempat masuk ke ruas jalan tol dalam kota karena kawasan depan Gedung DPR RI ditutup petugas setelah kericuhan pada Senin siang.

Jurnalis Kantor Berita Antara, Bayu Pratama Syahputra, sempat mengalami pemukulan oleh polisi ketika datang meliput demonstrasi.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Bayu yang tengah memotret massa aksi yang dipukuli polisi tiba-tiba mendapat bogem aparat di bagian kepala dan tangan. Hal ini terjadi kendati Bayu telah mengenakan atribut pers yang lengkap.

Sementara itu, di balik pagar kawasan Gedung Parlemen, DPR tetap menggelar rapat sebagaimana biasanya.

Menukil ANTARA, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan bahwa komisinya tetap menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum terkait revisi Undang-Undang Penyiaran pada Senin siang ini.

Namun, rapat tersebut hanya berlangsung sebenar sekitar 30 menit. Menurut Dave, hal ini dikarenakan situasi yang memanas di luar Gedung DPR.

Dalam keterangannya, Dave menyatakan bahwa ia mengkhawatirkan para peserta rapat tak dapat keluar kawasan Gedung Parlemen jika tidak segera diakhiri di tengah demonstrasi menuntut transparansi upah anggota dewan.

"Mengingat situasi terus bergulir di luar, ini yang kami khawatirkan kalau kita terlalu lama, nanti akhirnya sulit kita keluar dari kompleks parlemen," tuturnya.

Baca juga artikel terkait DEMO atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan