tirto.id - Aksi demonstrasi menolak besaran tunjangan anggota DPR terjadi pada hari ini, Senin, 25 Agustus 2025. Di depan Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, sejumlah massa aksi memadati jalan, membuat Transjakarta mengalami pengalihan rute.
Sekira pukul 12.45 WIB, jalannya demo terpantai diwarnai kericuhan, setelah polisi menghalau para pengunjuk rasa dengan tembakan gas air mata dan water canon ke arah massa aksi. Jurnalis foto Kantor Berita ANTARA, Bayu Pratama Syahputra, bahkan disebut menjadi korban pemukulan polisi ketika meliput jalannya demonstrasi.
Menukil ANTARA, Bayu yang tengah memotret polisi yang menganiaya massa aksi tiba-tiba mendapat pukulan di area kepala dan tangan.
"Saya ke barisan polisi supaya lebih aman,ya sudah saya mau motret-motret, ternyata pas itu ada oknum mukulin masyarakat, saya juga langsung dipukul tiba-tiba," tuturnya.
Dalam keterangannya, Bayu menyatakan telah menggunakan atribut pers yang lengkap, namun polisi tetap memukulinya, sehingga membuat beberapa kameranya rusak.
"Saya sudah bilang kalau saya media, saya bawa dua kamera, masak tidak melihat? Terus saya pakai helm pers tulisannya besar, "ANTARA"," katanya.
Demonstrasi yang terjadi pada 25 Agustus tersebut terjadi untuk merespons isu besaran gaji dan tunjangan upah anggota DPR yang mencapai lebih dari 100 juta per bulan—20 kali lebih besar dari upah minimum regional (UMR) Jakarta.
Pasca isu tersebut menguar di internet, ajakan untuk melangsungkan demonstrasi beredar di media sosial. Ajakan demo yang semula terlokalisasi di depan Gedung DPR RI di Jakarta kemudian merembet ke berbagai wilayah lainnya, seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya, hingga Makassar.
Sebagaimana dikutip dari rilisan pers yang diunggah @gejayanmemanggil, transparansi dan penolakan besaran gaji dan tunjangan anggota DPR menjadi salah satu poin tuntutan, selain tuntutan lain—termasuk menangkap Fadli Zon atas pernyataannya tentang pemerkosaan massal pada 1998.
Pengalihan Rute Transjakarta Demo Gedung DPR RI Hari Ini
Sementara itu, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberlakukan pengalihan rute dan penghentian operasi sementara beberapa rute karena demonstrasi 25 Agustus 2025.
Pengalihan rute tersebut terjadi imbas penutupan Jalan Gatot Subroto, tepatnya di area Gedung Parlemen, yang jadi lokasi unjuk rasa dilakukan.
Dalam penyesuaian tersebut, pengalihan terjadi untuk beberapa koridor sebagai berikut:
- Koridor 9: rute 1W dari Blok M-Ancol,
- Koridor 3F: rute Kalideres-Senayan (Bank DKI),
- Koridor 9A: rute Cililitan-Grogol,
- Koridor 10 H: rute Tanjung Priok-Bundaran Senayan,
- Koridor T31: rute PIK-Blok M,
- Koridor S61: rute Alam Sutera-Blok M.
Selain pengalihan, beberapa rute juga mengalami pemendekan jalur dan pemberhentian.
Pemendekan jalur dilakukan pada rute 8N dengan rute Kebayoran-Petamburan via Asia Afrika. Untuk sementara, Transjakarta yang menuju Petamburan tidak akan berhenti di DPR/MPR/DPD RI hingga RS TNI AL Mintoharjo.
Untuk pemberhentian unit dilakukan pada rute 1B (Tosari-Stasiun Palmerah) dan 1F (Bundaran Senayan-Stasiun Palmerah). Rute tersebut untuk sementara tidak melayani penumpang.
Selain itu, Transjakarta arah Pluit juga tidak melayani pemberhentian di Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan.
Menurut Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani, penyesuaian jadwal dan rute Transjakarta tersebut bersifat situasional dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id
































