tirto.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka. Dua di antaranya mengalami luka berat berupa patah tulang dan benturan di kepala.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengungkapkan kedua korban luka berat berasal dari Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Mereka saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Torabelo Palolo.
"Korban berada di Rumah Sakit Tora Belo, Palolo, Kabupaten Sigi," kata Rizal dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (16/6/2026).
Selain dua korban luka berat, enam orang lainnya mengalami luka ringan. Rinciannya, tiga orang dari Kecamatan Nokilalaki, dua orang dari Kecamatan Palolo, dan satu orang dari Kecamatan Sigi Kota.
Gempa yang berpusat 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer ini mengguncang cukup kuat di sejumlah wilayah. Guncangan dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tojo Una-Una.
BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di daratan. Namun hingga pukul 13.30 WITA, telah tercatat 21 kali gempa susulan.
Tim SAR Palu bersama BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak kerusakan bangunan. Personel dan peralatan SAR juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi kedaruratan.
Selain itu juga dilaporkan bahwa tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. “Berdasarkan hasil koordinasi sementara dengan instansi terkait, belum terdapat laporan korban jiwa. Pendataan terhadap dampak dan kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan,” kata dia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































