tirto.id - Banjir bandang melanda Bandar Lampung pada Senin (21/4/2025), terutama di Kecamatan Panjang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung mencatat setidaknya ribuan warga terdampak hingga mengakibatkan korban jiwa. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan. Bagaimana update-nya hari ini, Selasa (22/4/2025)?
Banjir di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung dilaporkan terjadi karena curah hujan yang tinggi. Selain itu, disebutkan bahwa banjir juga diakibatkan karena air kiriman pada area perbukitan di sekitar Kecamatan Panjang. Hal itu diperparah dengan drainase yang tidak berfungsi.
"Banjir ini juga akibat adanya penutupan pintu aliran drainase di Pelindo, sehingga air tidak dapat sampai ke muara," kata Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, usai meninjau lokasi banjir, Senin (21/4/2025), dikutip dari ANTARA.
Banjir itu terjadi sejak Senin dini hari. ANTARA melaporkan pada Senin, banjir besar di Kecamatan Panjang hampir merata di semua wilayah dari Pelabuhan Panjang sampai Srengsem. Ketinggian banjir berkisar dari sepinggang hingga sedada.
Jumlah Korban Banjir Bandar Lampung: 15 Ribu Terdampak & 3 Tewas
Berdasarkan laporan ANTARA, Senin (21/4/2025), BPBD Bandar Lampung mencatat, sebanyak 15 ribu warga Kecamatan Panjang terdampak banjir. Hingga kini, Selasa (22/4/2025), Tirto.id belum mendapatkan pembaruan informasi terkait jumlah korban.
Sementara itu, banjir Bandar Lampung menewaskan 3 orang. BPBD Bandar Lampung menyebutkan, ketiga korban jiwa itu ialah Piyan (15), Diding (45), dan Wati (59). Salah satu korban ditemukan tewas di bawah kolong mobil, sedangkan 1 korban lain tertimpa lemari di dalam rumah. Korban-korban itu sudah dievakuasi BPBD Bandar Lampung.
Pemda Evaluasi Akibat Banjir Bandang
Pemerintah Kota (Pemkot) Lampung menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi akibat banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/4/2025). Masalah drainase menjadi salah satu yang disorot pemerintah setempat.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah drainase yang turut melibatkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 2 Regional Panjang. Terlebih banjir baru-baru ini juga diakibatkan karena penutupan pintu aliran drainase Pelindo.
"Kami ingin Pelindo berkontribusi dalam penanganan banjir dan perbaikan infrastruktur di sekitar wilayah terdampak. Jika ada hambatan atau kendala dalam sistem drainase, kami meminta agar segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti bersama," katanya, seperti diwartakan ANTARA, Senin (21/4/2025).
Selain itu, Pemkot Bandar Lampung akan membahas pembangunan embung, melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). “Untuk membahas pembangunan embung di wilayah perbatasan Kabupaten Lampung Selatan seluas 1,5 hektare dan Kabupaten Pesawaran seluas 2 hektare," kata Eva di kesempatan lain, Selasa (22/4/2025).
General Manager Pelindo Regional 2 Panjang Imam Rahmiyadi mengatakan pihaknya berusaha membenahi masalah drainase. Masalah itu terkait saluran yang tertutup sampah. Di samping itu, pihak terkait akan melakukan penggalian sedimentasi.
"[Juga] pelebaran drainase di sekitar di lingkungan yang terdampak paling parah," katanya dikutip dari ANTARA, Selasa (22/4/2025).
"Kami berkomitmen untuk membantu bersama pihak terkait mengatasi genangan banjir pada saat curah hujan yang tinggi dan tindak lanjut pembersihan serta perbaikan saluran drainase yang tersumbat oleh sampah dan lainnya," tambah dia.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Lampung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Radin Inten 2 Lampung telah mengeluarkan peringatan dini, terkait potensi cuaca ekstrem selama 3 hari, mulai Selasa-Kamis (22-24/4/2025).
Hujan berintensitas sedang-lebat diprakirakan akan terjadi di sejumlah daerah pada Rabu (23/4/2025). Hujan itu juga berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang. Potensi hujan tersebut di antara diprakirakan terjadi di Pesisir Barat dan Tanggamus (pagi). Way Kanan dan Lampung Utara (siang). Way Kanan, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Pesisir Barat, Tanggamus, dan Pesawaran (malam). Serta Pesisir Barat dan Tanggamus (dini hari).
Potensi yang sama diprakirakan terjadi pada Kamis (24/4/2025). Di antaranya meliputi Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Tulang Bawang (pagi). Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Barat, Lampung Tengah, Pringsewu, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulang Bawang, Mesuji, Lampung Utara, dan Way Kanan (siang). Serta Lampung Selatan, Lampung Timur, Bandar Lampung, Pesawaran, Tulang Bawang, serta Tanggamus (dini hari).
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































