tirto.id - Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB), Ilmar Andi Achmad, menginstruksikan kepada Rifaldy Fajar untuk menarik dan menghapus seluruh jejak abstrak maupun segala produk karya ilmiah yang berhubungan dengan UMB.
Selain itu, LPPM UMB juga mengultimatum agar Rifaldy membatalkan seluruh bantuan dana yang diberikan oleh penyelenggara konferensi, yayasan, atau organisasi yang mencakup seluruh akomodasi yang mencatut nama kampus Muhammadiyah tersebut.
"Kami mewajibkan Saudara Rifaldy Fajar untuk bertanggung jawab penuh dengan menarik kembali (retract) dan menghapus seluruh jejak abstrak maupun travel grant dari tahun 2024 hingga 2025 yang telah secara ilegal mencatut nama Universitas Muhammadiyah Bulukumba," kata Ilmar dalam keterangan pers, Jumat (29/5/2026).
Ilmar mengingatkan kepada Rifaldy untuk hadir dan bertemu dengan civitas akademika di UMB. Hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban dan klarifikasi atas tindakan ilegal dengan mencatut nama kampus UMB di setiap karya ilmiahnya yang dipublikasikan di sejumlah jurnal.
"Di sela pertemuan, Kepala LPPM UMB telah berkomunikasi secara langsung melalui telepon seluler dengan Saudara Rifaldy Fajar. Dalam pembicaraan tersebut, yang bersangkutan berjanji akan datang langsung ke Bulukumba untuk melakukan klarifikasi resmi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," jelasnya.
Apabila Rifaldy tidak hadir dan mengingkari janjinya, maka UMB telah menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan yang bersangkutan atas dugaan kasus pemalsuan serta pencemaran nama baik kepada pihak kepolisian.
"Apabila Saudara Rifaldy Fajar mengingkari janjinya, gagal hadir, atau tidak melakukan penarikan (retraction) abstrak sesuai tuntutan kami, maka LPPM UMB tidak akan ragu untuk segera mengambil langkah hukum dan melaporkan kasus pemalsuan serta pencemaran nama baik ini ke pihak kepolisian," tegasnya.
Ilmar menerangkan bahwa upaya komunikasi denga Rifaldy dilakukan melalui perantara, yakni ibu Rifaldy yang bernama Elfiany Syafruddin. Kepada UMB, Elfiany menyatakan tidak tahu-menahu perihal ulah anaknya yang mencatut nama kampus tersebut untuk kepentingan konferensi hingga simposium internasional.
"Dalam pertemuan tersebut, Ibu Elfiany Syafruddin membenarkan bahwa nama yang tercantum pada berbagai abstrak international conferences and symposia, serta pengajuan travel grant dengan mencatut afiliasi UMB adalah benar namanya. Namun, beliau menegaskan bahwa beliau sama sekali tidak tahu-menahu, tidak pernah mendaftar, maupun menyetujui pencatutan afiliasi tersebut," ungkapnya.
Kepada UMB, Elfiany menyatakan bahwa Rifaldy telah membatalkan seluruh keikutsertaan pada agenda internasional. Elfiany mengungkapkan bahwa namanya ikut dicatut dalam sejumlah konferensi dan seminar internasional yang bersifat ilegal tersebut.
"Saudara Rifaldy Fajar (melalui ibunya) mengklaim telah membatalkan seluruh keikutsertaan pada agenda internasional yang mencatut nama ibunya dan afiliasi UMB, termasuk salah satunya pada kegiatan 14th World Congress for Hair Research yang dijadwalkan pada 28–31 Mei 2026 di COEX, Seoul, Korea," terangnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































