tirto.id - Nama Rifaldy Fajar menjadi salah satu yang paling dicari warganet setelah muncul dugaan keterlibatan dalam skandal pemalsuan riset ilmiah. Berikut profil dari Rifaldy Fajar.
Dugaan kasus ini terungkap dalam konferensi ilmiah internasional untuk para ahli pneumonia, ISPPD, yang berlangsung pada 17–21 Mei 2026 di Kopenhagen, Denmark.
Sejumlah peneliti asal Indonesia yang terdiri dari tiga orang, yakni Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti, disebut-sebut mempresentasikan hasil penelitian yang kemudian diduga tidak valid atau direkayasa.
Rifaldy dan teman-temannya disebut-sebut menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan penelitian palsu demi mengikuti konferensi internasional dan memperoleh grant.
Dugaan kecurangan ini diungkap oleh peneliti Wa Ode Dwi Diningrat yang turut menghadiri konferensi ISPPD tersebut.
Profil Rifaldy Fajar yang Viral Diduga Buat Riset Palsu
Rifaldy Fajar adalah seorang alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Sarjana Matematika, FMIPA, yang resmi masuk pada 1 September 2014 dan menyelesaikan studinya pada tahun akademik 2020/2021.
Rifaldy Fajar berasal dari Bulukumba dan dikenal sebagai mahasiswa berprestasi. Sejak awal masa kuliah, ia menunjukkan ketertarikan kuat pada matematika terapan, riset ilmiah, serta pengembangan teknologi berbasis data.
Selama masa studinya, Rifaldy tidak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi, riset, dan kompetisi internasional, sehingga membentuk profil akademisi muda yang multidisipliner dan berorientasi global.
Salah satu pencapaian paling menonjolnya adalah kemenangan dalam Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM) DIKTI 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Ditjen Belmawa dikutip dari laman resmi FMIPA UNY.
Dalam kompetisi tersebut, Rifaldy bersama timnya meraih juara pertama dengan karya inovatif berjudul “Game Kapas (Game Edukatif Scrabble Karakter Pancasila)”, sebuah media pembelajaran yang dirancang untuk internalisasi nilai-nilai Pancasila pada siswa sekolah dasar.
Rifaldy juga aktif dalam forum diplomasi mahasiswa seperti Model United Nations (MUN). Ia pernah menjadi delegasi Indonesia dalam Nanyang Technological University Model United Nations 2016 di Singapura, di mana ia berperan sebagai perwakilan El Salvador dalam Organization of American States (OAS).
Dalam forum tersebut, ia terlibat dalam diskusi isu-isu global seperti perdagangan narkotika dan integrasi ekonomi kawasan Amerika.
Selain MUN, ia juga meraih prestasi di bidang inovasi teknologi melalui International Youth Invention Contest 2015 di Seoul, Korea Selatan. Bersama tim UKM Penelitian UNY, ia meraih medali emas dalam kategori inovasi lingkungan dengan karya berbasis ekstrak lidah buaya sebagai pengawet alami kedelai.
Kompetisi ini diikuti ratusan peserta dari berbagai negara dan menuntut kemampuan presentasi ilmiah berbahasa Inggris, penguasaan riset, serta kemampuan mempertahankan argumen di hadapan juri internasional.
Dalam bidang akademik dan riset, Rifaldy mengembangkan fokus pada matematika terapan, khususnya pemodelan sistem kompleks, statistika, dan kecerdasan buatan (AI).
Ia tercatat memiliki sejumlah publikasi ilmiah di jurnal dan konferensi internasional yang mencakup topik seperti model epidemiologi, prediksi penyakit, hingga machine learning untuk diagnosis medis.
Penelitiannya meluas ke bidang bioinformatika dan kesehatan digital, termasuk analisis kanker, Alzheimer, hingga penyakit metabolik.
Beberapa karyanya juga dipresentasikan dalam konferensi internasional seperti ESMO Open dan berbagai jurnal medis dan teknik, menunjukkan transisi dari matematika murni ke aplikasi lintas disiplin di bidang kesehatan modern.
Selain prestasi akademik dan riset, Rifaldy juga dikenal aktif dalam organisasi dan pengembangan diri. Ia pernah menjabat di berbagai unit seperti UKM Penelitian UNY, organisasi kajian ilmiah FMIPA, hingga menjadi bagian dari BEM KM UNY dalam bidang pengembangan kreativitas mahasiswa.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































