Menuju konten utama

Apa Itu ISPPD 2026 yang Buat Dugaan Riset Palsu Terungkap?

ISPPD 2026 di Kopenhagen jadi sorotan usai dugaan fabrikasi riset oleh peserta Indonesia terungkap di konferensi pneumonia bergengsi dunia.

Apa Itu ISPPD 2026 yang Buat Dugaan Riset Palsu Terungkap?
Ilustrasi riset ilmiah. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kasus dugaan pemalsuan riset oleh sejumlah peserta asal Indonesia dalam forum yang diselenggarakan oleh International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) menjadi salah satu topik hangat warganet saat ini. Apa itu ISPPD 2026?

ISPPD adalah organisasi yang dikenal dengan forum ilmiah global utama di bidang pneumonia dan penyakit pneumokokus yang mempertemukan ribuan ilmuwan, dokter, epidemiolog, dan peneliti kesehatan dari berbagai negara.

Dalam konferensi ISPPD-14 atau ISPPD 2026 yang berlangsung pada 17-21 Mei 2026 di Kopenhagen, Denmark, para peserta umumnya mempresentasikan hasil penelitian yang telah melalui proses ilmiah ketat, termasuk validasi data, persetujuan etik, serta keterlibatan institusi resmi yang dapat diverifikasi.

Dugaan skandal pemalsuan riset dalam konferensi ISPPD-14 semakin mendapat perhatian setelah muncul unggahan Wa Ode Dwi Daningrat, seorang peneliti dengan gelar DPhil (PhD) in Clinical Medicine dari University of Oxford.

Dalam unggahan Instagram-nya, Dwi membagikan isi email resmi yang ia kirim kepada panitia ISPPD pada 19 Mei 2026 terkait dugaan penipuan identitas dan fabrikasi abstrak ilmiah oleh seorang peserta bernama Prihantini.

Email tersebut memperlihatkan bahwa kecurigaan terhadap peserta asal Indonesia itu bukan hanya berasal dari satu orang, melainkan hasil pengamatan sejumlah peneliti yang hadir langsung di konferensi internasional tersebut.

Apa Itu ISPPD 2026?

Dilansir dari laman resminya, International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases atau ISPPD merupakan organisasi internasional non-profit dan non-pemerintah yang berpusat di Jenewa, Swiss, dengan fokus utama pada pengembangan ilmu pengetahuan terkait pneumonia dan penyakit pneumokokus.

Organisasi ini resmi diluncurkan pada 11 Maret 2012 dalam ajang ISPPD-8 Symposium, meskipun sejarah pertemuan ilmiahnya telah dimulai sejak tahun 1998 melalui konferensi pertama di Denmark.

Pembentukan ISPPD dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan kerangka hukum dan organisasi resmi untuk menaungi konferensi ilmiah internasional yang selama bertahun-tahun mempertemukan para ahli pneumonia dari berbagai negara.

Sejak awal berdirinya, ISPPD berkembang menjadi salah satu forum ilmiah paling bergengsi di dunia dalam bidang penyakit infeksi saluran pernapasan, khususnya pneumonia dan infeksi pneumokokus.

Pertemuan dua tahunan yang diselenggarakan ISPPD secara konsisten menarik lebih dari seribu delegasi internasional, terdiri dari ilmuwan, dokter, epidemiolog, peneliti laboratorium, praktisi kesehatan masyarakat, mahasiswa, hingga pembuat kebijakan kesehatan global.

Misi utama ISPPD adalah meningkatkan pemahaman ilmiah mengenai biologi pneumonia, patogenesis penyakit, epidemiologi, respons imun tubuh terhadap patogen penyebab pneumonia, serta strategi pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut.

Salah satu agenda utama organisasi ini adalah penyelenggaraan konferensi internasional biennial yang menjadi ajang pertukaran pengetahuan terbesar di bidang pneumonia dunia.

Pada tahun 2026, konferensi ISPPD-14 diselenggarakan di Kopenhagen, Denmark, pada 17–21 Mei 2026 dengan tema besar mengenai perjuangan global melawan pneumonia dan penyakit pneumokokus.

Acara ini menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan para ahli kesehatan, peneliti, akademisi, praktisi klinis, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil riset terbaru, mendiskusikan perkembangan ilmu, serta membangun kolaborasi global dalam penanganan pneumonia.

ISPPD-14 membahas berbagai topik mutakhir seperti vaksin pneumokokus, resistensi antibiotik, epidemiologi penyakit infeksi pernapasan, inovasi diagnosis, hingga strategi kesehatan masyarakat untuk menurunkan angka kematian akibat pneumonia, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.

Konferensi ini juga menjadi ruang penting bagi para peneliti muda dan profesional kesehatan untuk mempresentasikan karya ilmiah, memperoleh masukan dari pakar dunia, serta memperluas jejaring internasional dalam bidang penyakit infeksi dan kesehatan global.

Setelah pelaksanaan ISPPD-14 di Denmark, organisasi ini juga mengumumkan bahwa pertemuan berikutnya, ISPPD-15, akan dilaksanakan di Christchurch, Selandia Baru.

Baca juga artikel terkait PENELITIAN ILMIAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra