Menuju konten utama

Prabowo Dorong Kampus Buat Riset Bantu Pemda Atasi Isu Perumahan

Prabowo meminta kampus untuk membuat riset agar membantu pemerintah daerah mengatasi masalah perumahan, demi terwujudnya program 3 juta rumah.

Prabowo Dorong Kampus Buat Riset Bantu Pemda Atasi Isu Perumahan
Suasana kompleks perumahan mewah di Candisari, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu. (7/2/2026). Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2025 tumbuh terbatas dengan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 yang tumbuh sebesar 0,83 persen (yoy) atau relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2025 sebesar 0,84 persen (yoy). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi melakukan riset intensif terkait permasalahan perumahan untuk mempercepat realisasi program tiga juta rumah bagi masyarakat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, presiden telah memberikan arahan konkret terkait pelibatan civitas akademika dalam penanganan masalah perumahan.

“Pak Presiden juga memberikan petunjuk bagaimana kampus-kampus melakukan riset, kajian, dan penanganan permasalahan perumahan,” ujar Brian usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Selain itu, perguruan tinggi juga diminta membantu pemerintah daerah (pemda) dalam membenahi tata ruang wilayah.

Brian menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk memastikan riset tersebut berjalan efektif.

Ia menyebutkan, Menteri PKP akan menjadi koordinator utama dalam implementasi kebijakan di lapangan, sementara pihaknya berfokus pada pengembangan riset.

“Jadi, nanti Bapak Menteri Perumahan, Pak Ara, akan mengoordinasikan. Kami dari sisi risetnya,” ujar dia.

Lebih lanjut, Prabowo menginstruksikan agar perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Planologi turut membantu kepala daerah dalam membenahi tata ruang kota maupun kabupaten.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

“Membantu kepala-kepala daerah sehingga tata ruang, tata kota dari setiap wilayah, kota atau kabupaten, itu menjadi tempat praktiknya mahasiswa,” jelas Brian.

Baca juga artikel terkait PERUMAHAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Dipna Videlia Putsanra