tirto.id - Tren pembajakan di Somalia meningkat dalam sepekan terakhir. Tiga kapal di lepas pantai negara itu telah dibajak hanya dalam kurun waktu seminggu, meningkatkan kekhawatiran akan kebangkitan bajak laut di sekitar Tanduk Afrika.
Seturut The Guardian, tiga kapal yang dibajak oleh perompak Somalia tersebut adalah kapal tanker Honour 25 yang dibajak pada 21 April, sebuah perahu layar (dhow) pada 25 April, dan kapal dagang Sward pada 26 April.
Sward merupakan kapal pengangkut semen yang sedang menuju Kenya, pejabat keamanan Puntland di Somalia menyebut kapal ini diawaki 15 orang dari Suriah dan dua dari India. Sementara Honour 25 adalah kapal tanker bermotor yang membawa 18.000 barel minyak, menurut Pusat Keamanan Maritim Samudra Hindia (MSCIO).
Dalam pernyataannya pada Senin (27/4), MSCIO menyebut bahwa tiga kasus pembajakan itu masih berlangsung. Layanan pelacakan angkatan laut Uni Eropa itu juga memperingatkan kapal-kapal untuk menghindari area berjarak 150 mil laut dari pantai Somalia, terutama antara Mogadishu dan Hafun.
“Semua insiden masih berlangsung … Kapal-kapal yang beroperasi di daerah tersebut sangat disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan … terutama dalam jarak 150 mil laut dari pantai Somalia,” tulis keterangan MSCIO.
Pejabat keamanan Puntland menjelaskan, kapal-kapal yang dibajak kemudian diarahkan ke daerah terpencil di dekat Garacad pada Minggu (26/4). Di sana, enam pria bersenjata dan seorang penerjemah yang fasih berbahasa Inggris dan Arab naik ke kapal yang dibajak.
“Dia [penerjemah] tidak hanya berbicara dengan awak kapal, tetapi juga berurusan dengan pemilik kapal,” tutur pejabat keamanan.
Seorang pejabat keamanan Puntland lainnya menyebut bahwa penerjemah tersebut adalah orang “yang bertanggung jawab” atas pembajakan.
Kemudian, pada Selasa (28/4) pagi, empat pria bersenjata lain naik ke kapal Sward. Ada 20 orang perompak yang kini berada di kapal tersebut.
Perairan Somalia Tidak Lagi Dijaga Ketat
Peneliti senior di Institut Studi Internasional Denmark, Jethro Norman, menyebut bahwa para perompak di Somalia kini memanfaatkan celah di antara konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ia mengatakan, pengerahan sumber daya angkatan laut internasional besar-besaran ke wilayah Laut Merah dan Selat Hormuz telah membuat perairan Somalia tak lagi dijaga seketat sebelumnya.
Koalisi angkatan laut internasional sebelumnya merupakan unit gabungan yang berhasil memukul mundur para perompak Somalia sejak 2014. Namun, tren pembajakan kapal mulai meningkat lagi pada 2023 dan kini dikhawatirkan terus meningkat seiring ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah.
Terlebih, jelas Jethro Norman, jaringan perompak Somalia kini memiliki sumber daya yang lebih siap daripada sebelumnya. Para perompak memiliki teknologi lebih canggih dan taktik yang lebih kompleks.
“Jaringan perompak kembali menguji perairan dan mereka lebih siap daripada generasi sebelumnya. GPS, komunikasi satelit, dan kapal induk dhow yang dibajak memungkinkan mereka beroperasi ratusan mil di lapas pantai,” kata Norman.
Seorang pejabat keamanan Puntland juga menyebut bahwa para perompak yang membajak kapal Sward telah memasukkan kargo berisi khat ke dalam kapal pengangkut semen itu. Khat merupakan stimulan narkotika yang banyak digunakan di Tanduk Afrika.
Pejabat itu menyebut bahwa khat tersebut dibawa perompak dengan perahu kecil sebelum dimasukkan ke kapal Sward pada Selasa pagi. Khat dikirim perompak dari kota pedalaman Galkayo yang berjarak 150 mil dari lokasi Sward ditawan. Hal ini mengindikasikan para perompak telah memiliki jaringan di darat.
Perairan Somalia sendiri termasuk dalam jalur distribusi perdagangan dunia yang penting. Wilayah perairan Somalia telah menjadi jalur bagi distribusi berbagai komoditas, terutama bagi rantai pasok negara Teluk ke Eropa melalui Selat Bab al-Mandeb.
Kekhawatiran kini meningkat karena masalah perompak berpotensi menekan perekonomian dunia makin parah di tengah konflik yang terjadi di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































